alexametrics

Sri Mulyani Cari Pembiayaan Demi Pulihkan Ekonomi Imbas Pandemi Covid-19

loading...
Sri Mulyani Cari Pembiayaan Demi Pulihkan Ekonomi Imbas Pandemi Covid-19
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terus mencari pembiayaan untuk pulihkan ekonomi usai terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terus mencari pembiayaan untuk pulihkan ekonomi usai terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Situasi tidak terduga seperti sekarang ini menimbulkan darurat kesehatan di semua negara, dan meluap terhadap perekonomian dunia.

(Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Penyebab Utang Pemerintah Tembus Rp5.258 Triliun)

Lantaran itu Ia menyerukan solidaritas dan aksi global untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, pembiayaan yang mendukung negara-negara berpendapatan rendah. Ditambah reformasi kebijakan khususnya di bidang Kesehatan, Pendidikan, dan jaring pengaman sosial, serta peningkatan investasi di bidang teknologi informasi dan infrastruktur digital.

"Salah satu isu global terpenting dalam menangani krisis kesehatan dan ekonomi akibat Covid-19 adalah bagaimana negara-negara di dunia mendapatkan pembiayaan yang diperlukan," kata Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (2/7/2020).



Menkeu mengapresiasi lembaga pembangunan multilateral dan bilateral yang cukup sigap dalam memberikan bantuan bagi negara-negara miskin dan berkembang. (Baca Juga: Pemerintah Tumpuk Utang di Masa Pandemi, Amankah?)

"Namun hal tersebut belum cukup, dan emerging markets harus mencari pembiayaan dari pasar melalui penerbitan bond. Tapi masalahnya, dengan situasi pasar keuangan yang bergejolak, investor meminta imbal hasil yang lebih tinggi. Hal ini tentu menimbulkan tambahan beban, padahal mereka membutuhkan pembiayaan untuk penyelesaian Covid-19,” terang dia.



Selain itu, Menkeu juga menekankan bahwa krisis ini menjadi peringatan bagi semua negara untuk dapat melakukan perbaikan sistem khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, maupun jaring pengaman sosial. “Sehingga nanti, belanja yang kita lakukan kualitasnya harus lebih baik. Desain kebijakannya pasti sulit dan menantang, tapi kita harus mencoba yang terbaik,” tandasnya.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top