Masih Tertekan The Fed, Wall Street Dibuka Koreksi
Kamis, 15 September 2022 - 21:13 WIB
loading...
Tiga indeks utama Wall Street dibuka koreksi pada perdagangan Kamis (15/9/2022). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Tiga indeks utama Wall Street dibuka koreksi pada perdagangan Kamis (15/9), di tengah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang semakin memperjelas langkah Federal Reserve atau The Fed ke dalam jalur suku bunga agresifnya.
Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,27% di 31.051,19, S&P 500 (SPX) dibuka lebih rendah sebesar 0,42% di 3.930,21, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) anjlok 0,46% di 11.665,23.
Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah SPX antara lain Carnifal Corp, Tesla, dan Apple. Tiga top gainers ditempati oleh Humana menguat 5,86%, Netflix naik 4,46%, dan Wynn Resorts tumbuh 3,05%. Sedangkan top losers diduduki oleh Adobe turun 11,96%, NextEra Energy anjlok 4,35%, dan Hess tertekan 4,25%.
Data ekonomi terbaru AS mencatat kenaikan penjualan ritel sebesar 0,3% pada periode Agustus. Hal itu ditengarai terjadi dipicu penurunan harga minyak sehingga membuat tingkat konsumsi terdongkrak tipis.
Sementara itu, laporan dari Departemen Tenaga Kerja juga mencatat ada penurunan klaim tunjangan pengangguran negara sebesar 5.000, menjadi total 213.000 per 10 September. Pengurangan ini menandakan ada ketahanan dalam pasar tenaga kerja.
Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,27% di 31.051,19, S&P 500 (SPX) dibuka lebih rendah sebesar 0,42% di 3.930,21, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) anjlok 0,46% di 11.665,23.
Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah SPX antara lain Carnifal Corp, Tesla, dan Apple. Tiga top gainers ditempati oleh Humana menguat 5,86%, Netflix naik 4,46%, dan Wynn Resorts tumbuh 3,05%. Sedangkan top losers diduduki oleh Adobe turun 11,96%, NextEra Energy anjlok 4,35%, dan Hess tertekan 4,25%.
Data ekonomi terbaru AS mencatat kenaikan penjualan ritel sebesar 0,3% pada periode Agustus. Hal itu ditengarai terjadi dipicu penurunan harga minyak sehingga membuat tingkat konsumsi terdongkrak tipis.
Sementara itu, laporan dari Departemen Tenaga Kerja juga mencatat ada penurunan klaim tunjangan pengangguran negara sebesar 5.000, menjadi total 213.000 per 10 September. Pengurangan ini menandakan ada ketahanan dalam pasar tenaga kerja.
Lihat Juga :