Inflasi Bakal Menggerus Daya Beli Masyarakat Saat Rata-rata Upah Hanya Naik 1%
Minggu, 25 September 2022 - 17:23 WIB
loading...
Inflasi yang meningkat seringkali mencerminkan kenaikan biaya hidup. Dengan kata lain, inflasi membuat nilai uang susut sehingga daya beli juga melemah. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Inflasi yang meningkat seringkali mencerminkan kenaikan biaya hidup. Dengan kata lain, inflasi membuat nilai uang susut sehingga daya beli juga melemah.
Baca Juga: BBM Naik, Partai Perindo Minta Pemerintah Antisipasi Dampaknya terhadap Daya Beli Masyarakat
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menegaskan bahwa memang inflasi akan menyebabkan daya beli masyarakat mengalami penurunan, apalagi ditambah oleh kondisi Indonesia yang serba krisis.
"Sekarang kondisinya inflasi sebelum adanya kenaikan harga BBM subsidi sudah mencapai 4,7% year on year. Diperkirakan inflasi dapat mencapai 7-7,5% hingga akhir tahun," ujar Bhima kepada MNC Portal, Minggu (25/9/2022).
Sementara itu lanjut Bhima, rata-rata kenaikan upah minimum hanya 1% tahun ini. Bisa dibilang daya beli rumah tangga rentan minus 6%. "Inflasi membuat nilai uang yang diperoleh masyarakat semakin menurun dibanding harga barang," kata Bhima.
Baca Juga: BBM Naik, Partai Perindo Minta Pemerintah Antisipasi Dampaknya terhadap Daya Beli Masyarakat
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menegaskan bahwa memang inflasi akan menyebabkan daya beli masyarakat mengalami penurunan, apalagi ditambah oleh kondisi Indonesia yang serba krisis.
"Sekarang kondisinya inflasi sebelum adanya kenaikan harga BBM subsidi sudah mencapai 4,7% year on year. Diperkirakan inflasi dapat mencapai 7-7,5% hingga akhir tahun," ujar Bhima kepada MNC Portal, Minggu (25/9/2022).
Sementara itu lanjut Bhima, rata-rata kenaikan upah minimum hanya 1% tahun ini. Bisa dibilang daya beli rumah tangga rentan minus 6%. "Inflasi membuat nilai uang yang diperoleh masyarakat semakin menurun dibanding harga barang," kata Bhima.
Lihat Juga :