Minyak Goreng Minyakita Belum Merata di Toko Ritel, Aprindo Beberkan Penyebabnya

Kamis, 29 September 2022 - 12:06 WIB
loading...
Minyak Goreng Minyakita Belum Merata di Toko Ritel, Aprindo Beberkan Penyebabnya
Minyak goreng Minyakita belum tersedia merata di toko ritel. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Minyak goreng merek Minyakita yang dipatok pemerintah dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 per liter belum tersedia merata di seluruh toko ritel di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey membeberkan bahwa belum meratanya ketersediaan Minyakita di ritel Tanah Air lantaran dari total 80 produsen minyak goreng, baru 10 produsen yang memproduksi Minyakita. Tak ayal, barang yang tersedia jadi terbatas.

"Dari hampir 80 produsen minyak goreng itu baru sekitar 10 produsen yang memproduksi Minyakkita. Artinya masih sangat sedikit produktivitasnya untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia, seluruh pasar tradisional maupun seluruh peritel modern," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Temuan Ombudsman Bikin Tercengang: Masalah Minyak Goreng Belum Kelar

Kendati demikian, Roy menyebut, berdasarkan laporan yang ia dapatkan, 70 produsen minyak goreng lainnya akan mengikuti memproduksi Minyakita. Artinya, penyebaran Minyakita dengan harga Rp 14.000 per liter itu bisa lebih menjangkau masyarakat Indonesia.

"Saya dapat informasi kalao produsen lainnya akan memproduksi Minyakita mengikuti 10 produsen di awal. Jadi secara bertahap akan tersedia merata di seluruh wilayah Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Guyur 674.400 Liter Minyak Goreng ke Indonesia Timur, Mendag Pastikan Harga Sesuai HET

Roy menilai kendala yang menyebabkan 70 produsen masih belum memulai memproduksi Minyakita, karena rantai produksi Minyakita berbeda dengan produksi minyak goreng premium.



"Jadi kalau minyak goreng premium itu kan rantai produksinya dari setiap produsen minyak goreng sudah jelas selama ini sebagai usaha mereka. Nah ketika mereka akan membuat Minyakita, mereka harus investasi mesin baru, tidak bisa Minyakkita dimasukkan pada mesin untuk memproduksi minyak goreng premium," paparnya. "Jadi hanya masalah pada produksinya saja karena mereka harus investasi, mereka harus menunggu mesinnya," imbuh Roy.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1492 seconds (10.101#12.26)