Berkaca pada Nikel, Jokowi Bakal Larang Ekspor Timah dan Tembaga Mentah
Jum'at, 30 September 2022 - 10:27 WIB
loading...
Jokowi mengatakan, bakal menyetop ekspor timah dan tembaga, hal itu berkaca dari keberhasilan komoditas nikel yang lebih dulu distop. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi mengatakan, bakal menyetop ekspor timah dan tembaga. Sebelumnya mantan gubernur DKI itu menyebut kebijakan ini sudah diterapkan untuk komoditas nikel .
"Kita setop lagi (ekspor) timah, tembaga, kita setop lagi lagi bahan-bahan mentah, yang kita ekspor mentahan," kata Jokowi dalam dalam UOB Annual Economic Outlook 2023 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).
Baca Juga: Jika Digugat karena Hilirisasi, Jokowi: Siapkan Lawyer Kelas Internasional
Dia menuturkan, langkah menyetop ekspor bahan mentah terbukti memberi lebih banyak benefit. Misalnya, hasil ekspor nikel dalam bentuk mentah hanya menghasilkan USD1,1 miliar atau sekitar Rp15 triliun. Namun ketika ekspor bahan mentah dihentikan, pendapatannya berlipat ganda.
"Nikel duku kita setop ramai orang datang ke saya, semua menyampaikan, hati-hati pak nanti ekspor anjlok. Nikel setiap tahun pada saat ekspor mentah kira-kira 4 tahun lalu hanya USD1,1 miliar atau sekitar Rp15 triliun. Begitu kita hentikan, coba cek tahun 2021, USD20,9 miliar. Meloncat dari USD1,1 miliar ke USD20,9 miliar," tutur mantan Wali Kota Solo itu.
"Kita setop lagi (ekspor) timah, tembaga, kita setop lagi lagi bahan-bahan mentah, yang kita ekspor mentahan," kata Jokowi dalam dalam UOB Annual Economic Outlook 2023 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).
Baca Juga: Jika Digugat karena Hilirisasi, Jokowi: Siapkan Lawyer Kelas Internasional
Dia menuturkan, langkah menyetop ekspor bahan mentah terbukti memberi lebih banyak benefit. Misalnya, hasil ekspor nikel dalam bentuk mentah hanya menghasilkan USD1,1 miliar atau sekitar Rp15 triliun. Namun ketika ekspor bahan mentah dihentikan, pendapatannya berlipat ganda.
"Nikel duku kita setop ramai orang datang ke saya, semua menyampaikan, hati-hati pak nanti ekspor anjlok. Nikel setiap tahun pada saat ekspor mentah kira-kira 4 tahun lalu hanya USD1,1 miliar atau sekitar Rp15 triliun. Begitu kita hentikan, coba cek tahun 2021, USD20,9 miliar. Meloncat dari USD1,1 miliar ke USD20,9 miliar," tutur mantan Wali Kota Solo itu.
Lihat Juga :