Jika Digugat karena Hilirisasi, Jokowi: Siapkan Lawyer Kelas Internasional
Rabu, 13 Oktober 2021 - 13:30 WIB
loading...
Jokowi akan terus mendorong hilirisasi komoditas andalan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Saat ini Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) tengah menggenjot hilirisasi dengan menghentikan ekspor bahan mentah. Salah satunya adalah nikel yang akan digunakan untuk industri mobil listrik.
Jokowi pun memastikan ekspor bahan mentah komoditas lainnya juga akan dihentikan. Langkah itu dilakukan untuk memberi nilai tambah pada perekonomian nasional.
Baca juga: Produksi Mobil Listrik, China Dominasi Impor Nikel dari Indonesia
“Setelah nikel apa? Ya nanti berikutnya bauksit stop. Engga bisa lagi ekspor mentahan. Harus menjadi aluminium. Memang tahapan-tahapan ada transisinya. Dan harus berani kita mengatakan tidak, seperti pada saat nikel bilang tidak,” katanya saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas RI, di Istana Negara, (Rabu (13/10/2021).
Dia pun menyebut bahwa ke depan, pemerintah ingin menghentikan ekspor sawit dalam bentuk CPO. Menurutnya akan lebih baik sawit diolah lagi baru diekspor.
“Sawit juga sama, suatu titik nanti stop yang namanya ekspor CPO. Harus jadi kosmetik, mentega, biodiesel dan turunan-turunan lainnya,” tuturnya.
Jokowi pun tidak mempermasalahkan jika kebijakannya digugat di Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO). Menurutnya gugatan di WTO jangan sampai membuat Indonesia mundur untuk melakukan hilirisasi.
Jokowi pun memastikan ekspor bahan mentah komoditas lainnya juga akan dihentikan. Langkah itu dilakukan untuk memberi nilai tambah pada perekonomian nasional.
Baca juga: Produksi Mobil Listrik, China Dominasi Impor Nikel dari Indonesia
“Setelah nikel apa? Ya nanti berikutnya bauksit stop. Engga bisa lagi ekspor mentahan. Harus menjadi aluminium. Memang tahapan-tahapan ada transisinya. Dan harus berani kita mengatakan tidak, seperti pada saat nikel bilang tidak,” katanya saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas RI, di Istana Negara, (Rabu (13/10/2021).
Dia pun menyebut bahwa ke depan, pemerintah ingin menghentikan ekspor sawit dalam bentuk CPO. Menurutnya akan lebih baik sawit diolah lagi baru diekspor.
“Sawit juga sama, suatu titik nanti stop yang namanya ekspor CPO. Harus jadi kosmetik, mentega, biodiesel dan turunan-turunan lainnya,” tuturnya.
Jokowi pun tidak mempermasalahkan jika kebijakannya digugat di Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO). Menurutnya gugatan di WTO jangan sampai membuat Indonesia mundur untuk melakukan hilirisasi.
Lihat Juga :