alexametrics

8 Inovasi Bisnis yang Layak Dicoba Saat Pandemi Corona

loading...
8 Inovasi Bisnis yang Layak Dicoba Saat Pandemi Corona
Staycation akan menjadi new normal pasca Covid-19, sehingga banyak hotel yang menawarkan paket Staycation dengan diskon menarik. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/aww
A+ A-
JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) telah memicu krisis di berbagai sektor bisnis dan ekonomi. Meski begitu, ada beberapa lini sektor dan bisnis yang kebal dari infeksi krisis ekonomi tersebut.

Pakar Marketing Yuswohady dalam laporannya menyebutkan sedikitnya terdapat 50 inovasi yang dilakukan perusahaan untuk bertahan bahkan menyalip para pesaingnya di tengah krisis.

"Berbagai inovasi terus dilakukan sehingga bisnis yang dijalankan bisa tetap survive dan bertahan di tengah krisis Covid-19 ini," Kata Yuswohady, dikutip dari laman resmi Inventure. (Baca juga : 8 Wacana dan Kebijakan Kontroversial di Tengah Pandemi Corona)

Berikut ini 8 ide inovasi paling sederhana yang dapat diikuti oleh para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) seperti dikutip dari The 50 Survival Innovation Ideas That Matter dari Inventure Knowledge.



1. “Kopi Seliter” @Home

Di saat Pandemi Covid-19, masyarakat menghabiskan waktu untuk diam di rumah. Hal ini membuat konsumsi produk kuliner rumahan family-size package meningkat. Ini dimanfaatkan oleh pemilik coffee shop untuk membuat produk yang bisa dinikmati di rumah bersama keluarga. Pemain lokai seperti Kopi Tuku, Kopi Toko Djawa dan Bahagia Kopi mengeluarkan varian “Kopi Seliter” untuk segmen konsumen yang ingin menikmati kopi di rumah.



2. Travelogistics

Perusahaan travel terpuruk dengan pemberlakuan PSBB. Maka perusahaan seperti Cititrans, Daytrans dan Big Bird harus melakukan survival innovation agar tidak gulung tikar dengan beralih fungsi dari mengantar penumpang ke mengantarkan barang.

Layanan kirim paket, same-day delivery, dan jemput paket menjadi unggulan saat ini. Istilah Travelogistic menjadi strategi utama mereka menciptakan revenue stream di tengah amukan wabah.

3. On-Demand Cleaning Services

Selama wabah permintaan terhadap produk/layanan kesehatan meningkat pesat. Ini merupakan peluang bagi sektor perhotelan dengan melakukan utilisasi aset yang mereka miliki yaitu kompetensi di bidang housekeeping khususnya cleaning services.

Contohnya adalah Hotel Teraskita (by Dafam) dan Hotel Ambhara meluncurkan layanan “on-demand cleaning service” dengan label kebersihan prima “berkelas hotel” ke rumah-rumah.

4. Homeleisure Wear

Pembelian produk fesyen kian turun kala masyarakat tidak keluar rumah. Namun, brand fesyen tak kehilangan akal. Mereka mendorong tren “homeleisure wear” walaupun di rumah tapi pakaian tetap fashionable karena bisa dipamerkan via Instagram. Brand global H&M misalnya, membesut kampanye #AtHomeWithHM mempromosikan produk fesyen pajama & loose style.

5. “Untouchable” Product

Penyebaran virus corona yang cepat membuat semua orang menjadi was-was untuk bersentuhan dengan apapun. Contactless lifestyle akan menjadi new normal. Maka TOTO mengeluarkan produk sanitary yang memungkinkan penggunanya tidak perlu memegang atau menekan tombol apapun ketika menggunakannya. Ditambah dengan fitur ultraviolet yang membuat penggunanya lebih aman terhindar dari bakteri. Inovasi ini merupakan respon terhadap perubahan perilaku konsumen saat wabah merebak.

6. “Coronassurance” for Fear Customers

Walaupun daya beli menurun, namun saat ini asuransi kesehatan merupakan salah satu yang sangat dibutuhkan oleh konsumen. Untuk memproteksi konsumen dari Covid-19, AstraLife mengeluarkan produk asuransi yang memproteksi nasabahnya dari penyakit ancaman Covid-19. Ditambah dengan fitur online yang memungkinkan nasabah membeli asuransi tanpa ke luar rumah, survival innovation ini menjadi penyelemat perusahaan asuransi.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top