Penerimaan Negara Masih Cukup Kuat, Sri Mulyani: Pajak Saja Rp1.310,5 Triliun

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 17:36 WIB
loading...
Penerimaan Negara Masih Cukup Kuat, Sri Mulyani: Pajak Saja Rp1.310,5 Triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan, kuatnya kinerja penerimaan pajak Indonesia hingga September 2022. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati membeberkan, kinerja penerimaan pajak Indonesia sangat baik. Dimana hingga September 2022, pihaknya mencatat realisasi penerimaan pajak mencapai Rp1.310,5 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp1.028,46 Triliun hingga Juli

Dengan realisasi tersebut, maka penerimaan pajak hingga kuartal III-2022 telah melonjak sebesar 54,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (year-on-year/yoy).

" Penerimaan negara kita masih cukup kuat, tercermin dari penerimaan pajak yang tumbuhnya mencapai Rp1.310,5 triliun atau 54,2% (yoy). Ini baru pajak saja," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA edisi Oktober 2022 di Jakarta, Jumat (21/10/2022).

Bahkan, dia optimistis bahwa PPh nonmigas akan mencapai targetnya, atau bahkan melampauinya. Tercatat realisasi PPh non migas sebesar Rp723,3 triliun atau mencapai 96,6% dari target APBN. Angka PPN dan PPnBM tercatat telah terkumpul sebesar Rp504,5 triliun atau 78,9% dari target APBN.

Baca Juga: Dua Sisi Mata Uang Lonjakan Harga Komoditas, APBN Dipaksa Lentur

Realisasi penerimaan untuk PBB dan pajak lainnya tercatat sebesar Rp20,4 triliun atau 63,2% dari target APBN. Selain itu, realisasi penerimaan dari PPh migas telah mencapai Rp62,3 triliun atau 96,4% dari target APBN.

"Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik ini masih dipengaruhi oleh tren peningkatan harga komoditas. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, implementasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), serta low base effect pada tahun lalu mendukung kinerja penerimaan pajak kita," ungkap Sri Mulyani.

Dia menyebutkan, kinerja penerimaan pajak ini menunjukkan pertumbuhan yang mengalami normalisasi sepanjang kuartal III-2022. "Saya kira tren pada penerimaan pajak tersebut akan berlanjut hingga akhir 2022, sejalan dengan meningkatnya basis penerimaan pada akhir 2021," pungkas Mantan Direktur Bank Dunia itu.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2936 seconds (11.97#12.26)