Waspadai Ragam Kejahatan Siber agar Aman Bertransaksi di Dunia Digital

Selasa, 25 Oktober 2022 - 22:12 WIB
loading...
Waspadai Ragam Kejahatan...
Kejahatan siber seperti phishing, doxing, ataupun scam bisa mengincar siapa pun dan kapan pun. Ilustrasi foto/pexels/pavel danilyuk
A A A
JAKARTA - Dunia digital dengan segala kelebihan dan manfaatnya tetap tak lepas dari risiko kejahatan. Camkan bahwa tak ada yang aman 100% di dunia digital. Kejahatan siber seperti phishing, doxing, ataupun scam bisa mengincar siapa pun dan kapan pun.

Oleh karena itu, kecakapan digital harus dikuasai guna meminimalkan risiko dari kejahatan siber. Dibutuhkan kewaspadaan dan ketelitian agar tak masuk perangkap pelaku kejahatan siber.

Dalam webinar bertajuk “Mengenal Phising dan Doxing, Kejahatan Baru di Ruang Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (18/10), pengurus Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Hartin Nur Khusnia menjabarkan pengertian phising dan doxing.

Phising berasal dari kata fishing yang berarti memancing. Lewat teknik “memancing”, peretas menjebak untuk memperoleh data-data penting secara tanpa sadar lewat jaringan internet pengguna. Adapun doxing adalah tindakan mempublikasikan data informasi pribadi seseorang secara tanpa izin di internet.

Agar tak terjebak atau terperangkap phising maupun doxing, Hartin memberikan tips aman dan nyaman berinternet. Di antaranya dengan rajin mengganti kata sandi secara berkala dan menggunakan kombinasi huruf dan angka agar sulit ditebak.

Berikutnya adalah dengan tidak mudah meng-klik tautan yang mencurigakan yang dikirim lewat e-mail maupun pesan berantai aplikasi percakapan.

“Untuk menghindari menjadi korban doxing, sebaiknya tidak gampang mengunggah informasi data pribadi di internet. Lalu, mempelajari hak hukum dan regulasi terkait keamanan dan perlindungan data pribadi juga penting,” ujarnya, dikutip Selasa (25/10/2022).

Baca juga: 10 Negara dengan Internet Tercepat, Ada Kepulauan Kecil di Laut Mediterania

Tak hanya phising dan doxing, ancaman kejahatan di internet juga mengintai lewat malware, yaitu perangkat lunak yang dirancang untuk mengontrol perangkat secara diam-diam. Tujuannya adalah untuk mencuri informasi pribadi ataupun uang si pemilik perangkat.

Lalu, ada pula scam yang merupakan bentuk penipuan melalui aplikasi pesan, telepon, dan e-mail dengan tujuan mengincar uang milik korban.

Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya Meithiana Indrasari menekankan bahwa dalam berinteraksi di internet, mengenal dengan seksama lawan komunikasi sangatlah penting.

Begitu pula dalam bertransaksi untuk keperluan belanja daring di lokapasar. Harus dipastikan penjual dan platform belanja daring adalah terpercaya.

“Tidak ada yang aman 100 % di dunia digital, yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan resikonya sekecil mungkin. Kemudian, selalu berpikir kritis atau tidak mudah percaya dengan semua yang diperoleh dari internet,” tandasnya.

Baca juga: Waspada, Ada 12 Juta Serangan Phising di Asia Tenggara Selama 2022

Sementara itu, praktisi pendidikan dan sociopreneur Kristiyuana menjelaskan, kecakapan digital dapat dicapai apabila kita tahu dan paham ragam perangkat lunak yang menyusun lanskap digital.

Penggunaan perangkat digital, khususnya perangkat lunak (software), sebaiknya dioptimalkan sebagai fitur proteksi dari potensi serangan siber.



Begitu pula dalam hal transaksi daring menggunakan dompet digital di lokapasar. Apabila sudah mengenal baik ekosistem transaksi daring tersebut, potensi menjadi korban kejahatan siber kecil.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Kominfo diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif di era industri 4.0.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
MNC Bank Borong 5 Penghargaan...
MNC Bank Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026
BSI dan Baznas Hadirkan...
BSI dan Baznas Hadirkan Layanan DAM Haji dan Kurban Digital
Melalui Teknologi Otonom,...
Melalui Teknologi Otonom, Registrasi Digital Siap Bantu Industri Event
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved