Kemenhub Ungkap Strategi Tekan Harga Jual Kendaraan Listrik

Selasa, 01 November 2022 - 15:55 WIB
loading...
Kemenhub Ungkap Strategi Tekan Harga Jual Kendaraan Listrik
Pemberian insentif atau subsidi bisa menekan harga jual kendaraan listrik. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana memberikan subsidi untuk kendaraan listrik . Subsidi itu untuk mengakselerasi peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik.

Baca juga: Energica Italia Hadirkan Sepeda Motor Listrik Bertenaga 180 HP

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno mengatakan, saat ini pemberian insentif masih tahap pembahasan di kelompok kerja pemerintah yang dikepalai oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

"Insentif kendaraan listrik ada dan sedang dalam proses pembagian untuk kendaraan listrik roda dua dan empat, termasuk konversi. Saat ini masih dalam pembahasan di Kemenko Marves," katanya, Selasa (1/11/2022).

Hendro menambahkan, pemberian insentif diberikan untuk menekan harga kendaraan listrik yang saat ini masih tinggi harganya. Dengan adanya insentif maka harga jual kendaraan listrik bisa ditekan.

"Salah satu upaya mendorong kemampuan masyarakat untuk membeli kendaraan listrik adalah pemberian insentif bagi pembelian mobil dan motor listrik," jelasnya.

Mengenai skema pemberian subsidinya, Hendro mengatakan, kemungkinan pemberian subsidi diberikan untuk pajak impor pembelian komponen kendaraan listrik. Pasalnya, kendaraan listrik yang ada di Indonesia tingkat komponen dalam negerinya masih rendah, sehingga dengan pemberian subsidi maka diharapkan harga jual kendaraan listrik di Indonesia jauh lebih murah.

Baca juga: Arab Saudi Dicibir Rayakan Halloween tapi Larang Maulid Nabi, Benarkah?

"Subsidi itu jatuh bukan ke orang per orang, karena kendaraan listrik itu komponen impornya masih tinggi mungkin (pemeberian insentif) di tax impornya," tandas Hendro.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3312 seconds (11.210#12.26)