Membaca Peluang Usaha Mie Sagu yang Belum Banyak Pemainnya

Selasa, 01 November 2022 - 19:49 WIB
loading...
Membaca Peluang Usaha Mie Sagu yang Belum Banyak Pemainnya
Mie sagu memiliki potensi dan peluang usaha yang besar saat ini, bahan baku mudah didapatkan karena produksi di daerah sendiri, Kab Meranti. Foto/Dok
A A A
MERANTI - Mie sagu memiliki potensi dan peluang usaha yang besar saat ini, bahan baku mudah didapatkan karena produksi di daerah sendiri, Kab Meranti. Mie sagu ini, selain menjadi makanan khas kab meranti, juga sebagai oleh-oleh khas daerah.

Baca Juga: Mengetahui Sagu Sebagai Solusi Pangan Pengganti Nasi

Hal itu menjadi alasan, kenapa Pengusaha Mie Sagu KUBE Rumbia Lestari, Henny mencoba mengembangkan usaha mie sagu. Namun Ia mengaku, butuh terus dukungan dari pemerintah, menggalakkan produk olahan sagu sebagai alternatif tepung terigu.

Sehingga sagu bisa dimaksimalkan untuk sumber pangan nasional, dimana salah satu olahan sagu yang mudah dipasarkan adalah mie sagu. Demikian ungkap Henny, saat berbagi kisahnya dalam mengembangkan produk turunan sagu miliknya usai dihubungi Tim Ditjen Perkebunan (25/10).

Henny mulai mengembangkan usaha sagu mie, KUBE Rumbia Lestari sejak tahun 2018 dengan beranggotakan 5 orang dan respons masyarakat sangat tinggi. “Salah satu upaya yang kami lakukan untuk mengembangkan usaha mie sagu ini, promosi melalui media sosial dan mengikuti berbagai event atau pameran yang diadakan pemerintah ataupun swasta,” ungkapnya.

“Penjualan mie sagu (basah) kami saat ini masih di dalam daerah, dijual dengan harga Rp.3.500/bungkus dengan berat 350 gr,” katanya.

Henny menambahkan, mengingat kesadaran masyarakat akan makanan sehat semakin tinggi akhirnya kami ikut membantu menyediakan mie sehat berbahan baku sagu.

Untuk generasi muda milenial agar semakin giat mensosialisasikan kesadaran makanan sehat dan meningkatkan semangat berwira usaha khususnya pengembangan dan pemasaran mie sagu yang saat ini belum banyak pemainnya. Ini peluang besar dan akan sangat menguntungkan.

“Harapan saya, mari bersama bersinergi, antara petani pengolah sagu, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, agar harga bahan baku bisa stabil dan sesuai, serta harga jual sagu mie bisa berkompetisi dengan mie instan lainnya,” harap Henny.

Ia meminta, peran aktif pemerintah untuk semakin gencar mempromosikan mie sagu yang sehat ini kepada seluruh lapisan masyarakat agar pasarnya semakin terbuka luas dan memberikan dukungan atau motivasi dengan berbagai fasilitas kemudahan seperti perizinan usaha dan lain-lain kepada para pengusaha mie sagu dari hulu sampai hilirnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1912 seconds (10.101#12.26)