Di 2030 Teknologi Bakal Geser Pekerja Manusia, Bakal Ciptakan Badai PHK Besar-besaran?

Rabu, 23 November 2022 - 18:04 WIB
loading...
Di 2030 Teknologi Bakal...
Banyak pekerja manusia yang nantinya akan digantikan oleh robot. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Penggunaan teknologi digital kian masif di berbagai sektor kehidupan, terutama ekonomi. Pandemi Covid-19 yang sempat melanda kian mengakselerasi penggunaan teknologi digital itu.

Baca juga: Manfaatkan Teknologi Digital untuk Bangkitkan Kejayaan Rempah Nasional

Pandemi membuat masyarakat di hampir belahan dunia dipaksa siap untuk beradaptasi dengan teknologi digital. Cepatnya perkembangan teknologi tersebut, bahkan digadang-gadang bakal menggeser peran manusia dalam beberapa bidang pekerjaan.

Perusahaan teknologi asal China, Huawei, meramal pada tahun 2030 setidaknya pergeseran itu sudah mulai bisa direalisasikan berkat beberapa perangkat teknologi yang saat ini dikembangkan, seperti AI (artificial intelligence), IoT (internet of things), hingga blockchain.

"Kalau kita bicara transformasi digital, kita berbicara tentang teknologi, baik itu dari AI, machine learning, IoT, masuk ke blokchain," ujar CMO Huawei Cloud Indonesia, Nicholas Tamalate, dalam acara Indonesia Digital Conference, Selasa (22/11/2022).

Nicholas menjelaskan, paling tidak ketiga perangkat tersebut ketika diterapkan akan banyak menggeser posisi manusia untuk menangani pekerjaan. Pasalnya, ke depan industri akan berfokus dan berlomba untuk memberikan service terbaik ke customer.

"Saya kasih contoh di ritel logistik untuk unman store (toko tanpa orang), mungkin pernah melihat toko yang tidak ada kasirnya, bagaimana dia men-delivere, bagaimana dia menggunakan IoT untuk bisa mendeteksi movement dari pelanggan," lanjut Nicholas.

Menurut Nicholas, teknologi itu saat ini tengah dikembangkan terus di perusahaan induk Huawei. Sampai pada waktunya, teknologi IoT akan disambungkan menggunakan AI, dan akan otomatis langsung memberikan opsi penawaran belanja selanjutnya, atau memberikan rekomendasi. Teknologi ini jika diterapkan sudah tidak memerlukan kasir.

"Kita punya alat itu IoT bisa mendeteksi, misal kita mengambil buah. Buah itu akan kita letakan di alat tersebut, dan dia akan mendeteksinya, buah apa, beratnya berapa, dan harga berapa," sambung Nicholas.

"Kalau dikaitkan lagi dengan AI, mereka akan bisa memberikan sugesti dari buah yang kita beli, misalnya kita membeli buah apel, dia akan memberi satu sugestion menu untuk membuat pie apple. Ini adalah satu teknologi yang berhubungan, sehingga orang akan konsumtif," lanjutnya.

Di sektor perbankan, melalui pengembangan IoT dan AI, akan banyak menggantikan posisi pekerja. Sistem akan mengetahui lebih jauh tentang profil nasabah menggunakan big data.

"Seperti misalnya adanya kredit scoring, bagaimana bisa melihat skor dari seseorang tersebut ketika menggunakan fintech. Tidak sembarang aprove, jadi teknologi itu bisa melihat kemampuan seseorang," kata Nicholas.

"Huawei sendiri memprediksi pada tahun 2030 itu banyak perubahan dalam industri," lanjutnya.

Beberapa sektor yang akan melakukan transformasi lebih cepat dan akan mengurangi jumlah pekerjanya adalah kesehatan, transportasi, food and beverage, transportasi dan enterprise. Riset yang dilakukan Huawei, untuk setiap 10 ribu pekeja, nantinya akan bisa dikerjakan oleh 390 robot yang dibekali oleh teknologi tinggi. Bahkan bisa lebih produktif dari manusia.

"Kalau di asosiasi logistik banyak mereka yang menggunakan robot untuk melakukan sortir barang. Jadi robot itu akan mempunyai teknologi AI sendiri, dia akan melihat arah rute ke mana barang akan diletakan dan dipindahkan," kata Nicholas.

"Jadi mungkin robot ini akan menjadi lifestyle di hidup kita, bahkan mungkin ada juga di rumah," pungkasnya.

Ujung dari penggunaan teknologi adalah tak dibutuhkannya tenaga manusia sehingga berpotensi menciptakan pemutusan hubungan kerja (PHK). World Economic Forum (WEF) mengeluarkan laporan bertajuk The Future of Jobs Report 2020. Dalam laporan ini di tahun 2025 akan terdapat 85 juta pekerjaan yang hilang dan dapat digantikan oleh mesin, algoritma kecerdasan buatan atau tenaga kerja baru dengan kebutuhan akan skill yang berbeda.

Baca juga: China Aktif Rekrut Personel Baru untuk Korps Astronot

Memang, dalam laporan yang sama juga disebutkan, munculnya teknologi digital akan menciptakan 97 juta pekerjaan baru. Namun dengan catatan, para pekerja harus memiliki kompetensi dan menguasai atau beradaptasi dengan teknologi digital. Jika tidak, ya wassalam.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Rekomendasi
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Berita Terkini
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Infografis
AS Ketar-ketir, Rusia...
AS Ketar-ketir, Rusia Siapkan Serangan Besar-besaran di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved