alexametrics

Rupiah Berpotensi Menguat ke Level Rp14.350

loading...
Rupiah Berpotensi Menguat ke Level Rp14.350
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini berpotensi menguat yang dibayangi potensi pemulihan ekonomi. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini berpotensi menguat yang dibayangi potensi pemulihan ekonomi. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pelaku pasar akan lebih memilih fokus ke potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi yang memberikan sentimen positif ke aset berisiko.

"Rupiah berpotensi ikut menguat terhadap dollar AS, dengan kisaran Rp14.350-Rp14.500," kata Ariston di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

(Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stagnan di Tengah Sinyal Pemulihan Permintaan Bahan Bakar)

Kata dia, beberapa data ekonomi yang dirilis pagi ini menunjukan pemulihan seperti data pesanan mesin Jepang bulan Mei yang meningkat 1,7% dibandingkan bulan sebelumnya setelah sebelumnya menunjukan penurunan dan data Indeks Harga Konsumen dan Produsen China yoy untuk bulan Juni yang menunjukkan perbaikan.



(Baca Juga: OJK Pastikan Risiko Industri Jasa Keuangan Terkendali)

Di sisi lain, peningkatan laju penularan covid-19 secara global masih akan membebani pergerakan aset berisiko. "Pagi ini indeks saham Asia terlihat bergerak positif," jelasnya.



Sementara itu sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kondisi industri jasa keuangan nasional untuk semester I 2020 mampu menjaga profil risikonya di level terkendali meskipun dihantam pandemi Covid-19. Namun hingga akhir Juni 2020 sektor perbankan mencatat rasio kredit bermasalah atau NPL Gross di level 3,01%.

Sementara pembiayaan bermasalah atau NPF bagi perusahaan pembiayaan berada di level 3,99% yang ebelumnya bulan April lalu NPL juga rendah yakni 2,89% bruto dan 1,13% neto.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top