PLN Butuh Dana Rp15.000 Triliun, untuk Apa?

Senin, 28 November 2022 - 19:57 WIB
loading...
PLN Butuh Dana Rp15.000...
PLN membutuhkan dana besar untuk melakukan transisi energi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Total nilai investasi yang dibutuhkan Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) mencapai Rp15.000 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk transisi energi nasional, khususnya menguatkan kapasitas kelistrikan nasional.

Baca juga: PLN Butuh Rp28 Triliun untuk Terangi Seluruh Desa di Wilayah 3T

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut, nilai investasi tersebut berdasarkan penilaian Kementerian ESDM dan PLN. Dana itu akan digunakan untuk transisi energi nasional hingga 40 tahun mendatang.

"Dari assessment baik itu dari Kementerian ESDM maupun dari PLN membutuhkan dana sekitar Rp15.000 triliun, selama 40 tahun mendatang," ungkap Darmawan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (28/11/2022).

Di sektor kelistrikan saja, lanjut Darmawan, PLN harus menambah pembangkit listrik berkapasitas 250 gigawatt (GW) untuk memenuhi pasar listrik dalam negeri. Karena itu, diperlukan tambahan nilai investasi pada saat permintaan listrik mengalami kenaikan pada waktu mendatang.

"Kami mengantisipasi dengan adanya penambahan demand (permintaan) yang besar, untuk itu ada penambahan investasi yang besar juga. Tentu saja kami ingin membangun kapasitas nasional, itu bukan kapasitas dari PLN saja, tetapi ini adalah ekosistem pemasok kami baik kabel, trafo, dll," ucap dia.

Meski begitu, ada kekhawatiran bahwa kebutuhan investasi PLN akan menyampingkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Merespons pandangan itu, Darmawan memastikan pihaknya tetap mengakomodasi perusahaan hingga UMKM yang menjadi mitra PLN.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Batu Bara Acuan...
Harga Batu Bara Acuan Periode II Juli Naik Lagi, Kini Jadi USD131,85 per Ton
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Mitigasi Risiko Blackout,...
Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Polri Bakal Periksa...
Polri Bakal Periksa Kementerian ESDM Terkait Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
Rekomendasi
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved