PLN Butuh Rp28 Triliun untuk Terangi Seluruh Desa di Wilayah 3T
Senin, 28 November 2022 - 16:27 WIB
loading...
PLN butuh dana besar untuk listriki seluruh desa di wilayah 3T. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Total penyertaan modal negara ( PMN ) yang dibutuhkan PT PLN (Persero) untuk pembangkit listrik di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) mencapai Rp28 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas kebutuhan gardu induk, transmisi, distribusi, dan listrik desa (lisdes) hingga 2024.
Baca juga: Kejar Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Wamen BUMN Minta PMN Rp3,2 Triliun
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut distribusi dan listrik desa yang dibutuhkan hingga dua tahun ke depan sebesar Rp13 triliun. Jumlah ini diyakini mampu meningkatkan rasio desa berlistrik hingga 100%.
"Tadi saya sempat tanya kepada Pak Adi Priyanto (direktur eksekusi), memang di tahun 2024 untuk distribusi dan lisdes masih membutuhkan Rp13 triliun agar rasio desa itu mendekati 100%," ungkap Darmawan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Senin (28/11/2022).
Kebutuhan tersebut di luar anggaran gardu induk dan transmisi pembangkit yang diperkirakan berada di angka Rp10 triliun-Rp15 triliun. Total injeksi PMN yang harus diterima perseroan bisa mencapai Rp28 triliun.
Baca juga: Kejar Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Wamen BUMN Minta PMN Rp3,2 Triliun
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut distribusi dan listrik desa yang dibutuhkan hingga dua tahun ke depan sebesar Rp13 triliun. Jumlah ini diyakini mampu meningkatkan rasio desa berlistrik hingga 100%.
"Tadi saya sempat tanya kepada Pak Adi Priyanto (direktur eksekusi), memang di tahun 2024 untuk distribusi dan lisdes masih membutuhkan Rp13 triliun agar rasio desa itu mendekati 100%," ungkap Darmawan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Senin (28/11/2022).
Kebutuhan tersebut di luar anggaran gardu induk dan transmisi pembangkit yang diperkirakan berada di angka Rp10 triliun-Rp15 triliun. Total injeksi PMN yang harus diterima perseroan bisa mencapai Rp28 triliun.
Lihat Juga :