Cuan Usai Tambah Saham di Krakatau Posco, KRAS Lunasi Utang Rp3,39 T
Rabu, 30 November 2022 - 15:09 WIB
loading...
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Silmy Karim. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Krakatau Steel Tbk berhasil melunasi utang di bank sebesar USD216 juta atau sekira Rp3,39 triliun. Pelunasan dilakukan usai emiten berkode saham KRAS itu menambah kepemilikan saham di PT Krakatau Posco.
KRAS diketahui menambah kepemilikan saham di perusahaan patungan (joint venture) antara perseroan dengan Krakatau Posco menjadi 50% dari sebelumnya hanya 30%.
Direktur Utama KRAS Silmy Karim mengatakan, pasca penambahan saham tersebut perusahaan mendapatkan sejumlah manfaat, termasuk bisa melunasi utang di perbankan senilai USD216 juta.
"Di situ juga kita mendapatkan manfaat cash kurang lebih USD90 juta, dan juga pelunasan atas utang bank sekitar USD216 juta," paparnya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (30/11/2022).
Baca juga: Ini 5 BUMN yang Mendapatkan Suntikan Modal Saat Pandemi Melanda
Adapun total nilai transaksi dari penambahan saham Krakatau Steel di Krakatau Posco mencapai USD555 juta atau setara Rp8,73 triliun.
"Kalo diperhitungkan sesuai dengan fairness opinion yang dilakukan oleh pihak independen itu sebesar USD555 juta (total transaksi)," sebut dia.
KRAS diketahui menambah kepemilikan saham di perusahaan patungan (joint venture) antara perseroan dengan Krakatau Posco menjadi 50% dari sebelumnya hanya 30%.
Direktur Utama KRAS Silmy Karim mengatakan, pasca penambahan saham tersebut perusahaan mendapatkan sejumlah manfaat, termasuk bisa melunasi utang di perbankan senilai USD216 juta.
"Di situ juga kita mendapatkan manfaat cash kurang lebih USD90 juta, dan juga pelunasan atas utang bank sekitar USD216 juta," paparnya saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (30/11/2022).
Baca juga: Ini 5 BUMN yang Mendapatkan Suntikan Modal Saat Pandemi Melanda
Adapun total nilai transaksi dari penambahan saham Krakatau Steel di Krakatau Posco mencapai USD555 juta atau setara Rp8,73 triliun.
"Kalo diperhitungkan sesuai dengan fairness opinion yang dilakukan oleh pihak independen itu sebesar USD555 juta (total transaksi)," sebut dia.
Lihat Juga :