Lawan Sanksi Barat yang Batasi Harga Minyak, Rusia Diam-diam Bangun Armada Kapal Tanker

Kamis, 08 Desember 2022 - 13:45 WIB
loading...
Lawan Sanksi Barat yang...
Rusia diam-diam telah mengumpulkan armada lebih dari 100 kapal tanker yang sudah menua untuk membantu menghindari pembatasan Barat pada penjualan minyak asal Moskow setelah invasinya ke Ukraina. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Rusia diam-diam telah mengumpulkan armada lebih dari 100 kapal tanker yang sudah menua untuk membantu menghindari pembatasan Barat pada penjualan minyak Rusia setelah invasinya ke Ukraina. Hal ini disampaikan oleh pialang dan analis pengiriman, usai G7 sepakat membatasi harga minyak Rusia di level USD60 per Barel.

Baca Juga: Data Terbaru Negara-negara Eropa Penadah Minyak Rusia

Pialang pengiriman memperkirakan lebih dari 100 kapal telah diakuisisi tahun ini untuk mengangkut minyak mentah dari Moskow. Pialang pelayaran Braemar memprediksi, Moskow yang sangat bergantung pada kapal tanker asing untuk mengangkut minyak mentahnya, telah menambah lebih dari 100 kapal tahun ini melalui pembelian langsung atau tidak langsung.

Sementara itu konsultan energi Rystad mengatakan, Rusia telah menambahkan 103 kapal tanker pada 2022 melalui pembelian dan realokasi kapal yang melayani Iran dan Venezuela, dua negara di bawah embargo minyak barat.

Dorongan Kremlin untuk merakit apa yang disebut industri perkapalan minyak sebagai "armada bayangan" Rusia adalah upaya untuk mengatasi pembatasan internasional terbaru pada minyak asal Moskow. Termasuk larangan Uni Eropa (UE) pada impor lintas laut, yang mulai berlaku pada hari Senin.

Baca Juga: Mengintip 5 Perusahaan Kapal Tanker Minyak Mentah Terbesar

Ditambah batasan harga minyak Rusia pada posisi USD60 per barel, juga didukung Eropa dan merupakan bagian dari inisiatif G7 yang lebih luas. Para pelaku pasar mengatakan, armada bayangan akan mengurangi dampak dari langkah-langkah tersebut, tetapi akan gagal menghilangkan dampak sepenuhnya.

Sanksi terbaru yang diusung UE dan G7 diperkirakan akan memotong Moskow dari sebagian besar armada kapal tanker global. Alasannya karena perusahaan asuransi seperti Lloyd's of London akan dilarang memberikan perlindungan terhadap kapal yang membawa minyak Rusia —apapun tujuannya— kecuali jika dijual di bawah skema batas harga.

UE mengatakan, bahwa setiap kapal tanker berbendera non UE yang ditemukan telah melanggar batas akan menghadapi larangan dari layanan maritim barat selama 90 hari. Hal ini lebih ringan dibandinglkan larangan seumur hidup seperti yang diusulkan semula.

Ini adalah langkah yang didorong oleh Yunani, di mana operator kapal tanker memainkan peran utama dalam pengiriman minyak Rusia. Dimana seringkali dengan kapal berbendera di negara lain dan AS yang telah mencoba untuk memastikan langkah-langkah tersebut tidak memberikan tekanan yang tidak seharusnya pada ekonomi global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
BPDP Dukung Penguatan...
BPDP Dukung Penguatan Kemitraan Sawit Indonesia dengan Rusia
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Rekomendasi
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
Rusia Pamerkan Persenjataan...
Rusia Pamerkan Persenjataan Barat yang Direbut dari Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved