Profil Jack Ma, Orang Terkaya di China yang Merupakan Pendiri Alibaba

Rabu, 14 Desember 2022 - 17:52 WIB
loading...
Profil Jack Ma, Orang...
Jack Ma merupakan pendiri Alibaba salah satu e-commerce terbesar di China yang tak hanya populer akan kekayaannya, namun juga kisah suksesnya. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Jack Ma merupakan pendiri Alibaba salah satu e-commerce terbesar di China yang tak hanya populer akan kekayaannya, namun juga kisah suksesnya. Jack Ma bukanlah orang yang berasal dari keluarga kaya, bahkan dalam hidupnya kerap kali menemukan kegagalan baik dalam perjalanan pendidikan maupun kariernya.

Dilansir dari Britanica, Jack Ma yang punya nama asli Ma Yun ini lahir pada 10 September 1964 di Hangzhou, provinsi Zhejiang, China.

Baca juga : Akhirnya, Jack Ma Muncul ke Publik

Sejak kecil bos Alibaba ini sudah tertarik dengan Bahasa Inggris. Untuk mempelajari bahasa tersebut dia rela menempuh perjalanan 27 km ke pusat kota demi menjadi pemandu wisata bagi turis asing.

Panggilan "Jack" ini juga lahir karena kegiatannya tersebut. Terdapat seorang turis yang menjadi sahabat penanya memanggil Ma Yun dengan panggilan tersebut.

Karena ketertarikannya akan Bahasa Inggris membuat Ma berencana untuk berkuliah di luar negeri. Namun dirinya mengalami banyak kegagalan untuk mencapai mimpi tersebut.

Pada ujian masuk di Hangzhou Teachers College jurusan pendidikan bahasa inggris dia gagal sebanyak dua kali. Tetapi Ma terus mencoba hingga berhasil pada percobaan ketiganya.

Lulus dari universitas tersebut, Jack Ma mencoba untuk melanjutkan pendidikannya di Harvard. Sebanyak 10 kali mendaftar tak ada satupun usahanya yang membuahkan hasil.

Hingga akhirnya dia mencoba untuk bekerja di berbagai tempat. Ma pernah mencoba melamar di perusahaan fast food ternama KFC. Dari 24 pelamar hanya dua puluh tiga saja yang diterima dan satu satunya orang yang ditolak hanyalah dirinya.

Seperti manusia pada umumnya Jack Ma tetap merasa sedih atas segala yang menimpa dirinya. Namun menyerah bukanlah pilihan hidup pria tangguh tersebut.

Akhirnya Ma berhasil untuk bekerja sebagai dosen bahasa Inggris di universitas lokal yang dijalani selama lima tahun.

Tahun 1994, dirinya mencoba peruntungan untuk membangun agensi penerjemah bernama Hangzhou Haibo Translation Agency. Setahun berselang Ma akhirnya berkesempatan untuk pergi ke Amerika Serikat untuk menagih hutang pada seorang pebisnis.

Rupanya kesialan Jack Ma masih berlanjut, ketika hendak menagih dia justru ditodongkan pistol dan sempat dikurung di sebuah rumah selama dua hari.

Usai kejadian itu Ma lalu memutuskan untuk pergi menemui kerabatnya di Seattle. Disinilah dia mulai mengenal internet dan bertekad untuk membuat perusahaan internet pertama di China karena kala itu masih belum ada.

Setelah pulang dari AS dia lantas membuat perusahaan pertamanya Chinapages.com, yakni laman penyedia jasa situs web. Namun usia perusahaan ini tidaklah lama.

Barulah pada tahun 1999, Jack Ma bersama dengan 17 temannya mendirikan situs jual beli online Alibaba.com.

Baru beberapa bulan diluncurkan, Alibaba berhasil mendapat USD 25 juta dari bank investasi AS Goldman Sachs dan perusahaan telekomunikasi Jepang, SoftBank. Tak ketinggalan Yahoo juga turut berinvestasi USD 1 miliar ke perusahaan tersebut pada 2005.

Kesuksesan demi kesuksesan akhirnya mulai dinikmati oleh seorang yang pantang menyerah ini. Alibaba bahkan pernah melantai di bursa New York Stock Exchange (NYSE), pada 2014 dan berhasil mendapat dana senilai USD 25 miliar.

Berdasar peringkat Forbes saat ini, Jack Ma berada di urutan ke 5 sebagai orang terkaya di China dan urutan ke 67 sebagai orang terkaya di dunia. Dengan kekayaan senilai USD 23.3 miliar.

Baca juga : Tekanan China, Kekayaan Jack Ma Amblas Rp155 Triliun

Meskipun saat ini dia telah dikenal sebagai milyader namun menurutnya menjadi orang kaya adalah sebuah beban.

Karena semakin kaya seseorang akan banyak harapan yang dilekatkan orang orang dan membuatnya akan mengkhawatirkan banyak hal.

Kesuksesan Jack Ma ini rupanya tak membuat semua orang turut berbahagia, ironisnya pemerintah komunis China justru memandang usaha tersebut terlalu besar dan dominan. Sehingga diberlakukannya regulasi untuk memperketat anak perusahaan tersebut.

Jack Ma sempat mengkritik hal tersebut. Menurutnya, hal itu menghambat inovasi. Akibat hal itu, dia menghilang selama tiga bulan sejak November lalu. Karena hal tersebut secara tiba tiba milyader tersebut hilang pada November 2020. Pada akhirnya pada 20 Januari 2021, Ma sempat muncul kembali dalam bentuk video pendek untuk sebuah acara amal.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved