alexametrics

Kemenkeu Ungkap: APBN Tidak Ada Duit Bangun Ibu Kota Baru

loading...
Kemenkeu Ungkap: APBN Tidak Ada Duit Bangun Ibu Kota Baru
Kemenkeu mengungkpakan APBN tidak ada duit untuk membangun ibu kota baru. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Brahmantio Isdijoso mengungkapkan bahwa pemerintah tidak ada dana membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur yang rencana awal dibangun pada semester kedua tahun ini. Pasalnya saat ini anggaran fokus untuk menangani pandemi Covid-19.

"Pemerintah saat ini fokus pada upaya-upaya penanggulangan pandem. Jadi setahu saya tidak muncul-muncul anggaran bagi ibu kota negara sampai saat ini," kata Brahmantio dalam diskusi secara virtual, Sabtu (11/7/2020).

Baca Juga:Menkeu Pastikan Anggaran Ibu Kota Baru Masuk RAPBN 2021

Menurutnya selama ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa terkait pembangunan ibu kota baru tidak membebani APBN. Hal itu telah disampaikan bahkan sebelum wabah corona menyebar sampai Indonesia.
"Hal ini sudah dibahas dengan matang sebelum terjadinya pandemi," katanya.



Dia menyatakan saat ini pemerintah sedang fokus untuk mendorong pemulihan ekonomi namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Disamping itu, pihaknya juga terus mencari solusi agar cost of fund bisa lebih efisien tapi tetap optimal.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa sempat mengatakan bahwa pembangunan ibu kota baru tak menghabiskan banyak anggaran yang bersumber dari APBN. Saat ini, pemerintah belum mengucurkan anggaran untuk proyek pembangunan IKN di Kalimantan Timur (Kaltim).



"Sementara sekarang pemerintah sedang menghadapi pandemi Covid-19. APBN pun dikerahkan untuk penanganan dan pemulihan negara akibat merebaknya virus Corona," kata dia.
(nng)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top