Setengah UMKM Bakal Bangkrut, BUMN pun Turun Tangan

loading...
Setengah UMKM Bakal Bangkrut, BUMN pun Turun Tangan
separuh pelaku umkm bakal gulung tikar.Foto:SINDONews
A+ A-
JAKARTA -
Dampak Pandemi Covid 19 mulai dirasakan pada kuartal II tahun ini. Berbagai prediksi tentang kondisi ekonomi pun bermunculan. Salah satunya prediksi yang disampaikan oleh The Organisation of Economics Co-operation and Development (OECD), organisasi kerjasama negara-negara maju (Eropa) yang bermarkas di Paris Prancis. Bahwa di akhir tahun nanti setengah dari UMKM di Indonesia akan gulung tikar.

Meskipun hanya prediksi, namun apa yang disampiakan oleh OECD harus jadi perhatian yang serius. Pasalnya bukan hanya lembaga ini saja yang mengatakan demikian. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, setidaknya ada 40 hasil survei yang menyatakan separuh dari UMKM yang ada saat ini, tidak akan survive menghadapi dampak pandemi.

Jika ada 40 hasil survei yang menyimpulkan sama, tentang kondisi UMKM di akhir tahun, tentunya apa yang disampaikan itu tidak bisa dianggap remeh. Apalagi kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional cukup besar. Baca juga: Menteri Teten Tak Percaya 100% dengan Ramalan Setengah UMKM Akan Bangkrut.

Data yang disampaikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM, menunjukkan saat ini setidaknya ada 64 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Sekitar 60,6 juta diantaranya telah terhubung dengan lembaga keuangan formal. Jika setengah dari populasi UMKM ini hilang, maka jelas imbasnya akan dirasakan oleh perbankkan, lembaga pembiayaan, asuransi, perusahaan berskala besar, pemerintah dan sebagainya.



Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyampaikan hingga Mei 2020, total kredit untuk sektor UMKM mencapai Rp1963 triliun. Lalu tingkat NPL (non performing loan) dari kredit UMKM per Mei 2020 ini mencapai 4,14%. Posisi NPL ini tetap meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 4,03%. Bisa dibayangkan jika setengah UMKM bangkrut, industri keuangan bakal menghadapi kredit macet sekitar Rp1000 triliun.

UMKM memang punya peran penting dalam perekonomian nasional. Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan UMKM memberi kontribusi 60% dari PDB. Lalu sektor ini mampu menyerap 96% tenga kerja. BPS mencatat pada Februari 2020 jumlah total tenaga kerja di Indonesia mencapai 137,91 juta. Mengacu pada data Kementrian Keuangan, maka jumlah tenaga kerja yang terserap ke sektor UMKM sebanyak 133,7 juta.

Andai prediksi OECD benar maka sekitar 67 juta tenaga kerja Indonesia harus kehilangan pekerjaan. Cukup gawat juga kondisinya dampak yang ditimbulkan pandemi terhadap sektor UMKM.



Tak ada jalan lain, pemerintah harus sekuat tenaga, membantu UMKM untuk tidak bangkrut. Mulai dari subsidi, keringanan mencicil kredit, pajak ditanggung pemerintah, hingga membantu pengembangan kapasitas usaha, dan masih banyak lagi bantuan yang diberikan.
halaman ke-1 dari 3
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top