Perusahaan di Jateng mulai PHK Karyawan

Selasa, 16 Juni 2015 - 06:01 WIB
Perusahaan di Jateng...
Perusahaan di Jateng mulai PHK Karyawan
A A A
SEMARANG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah (Jateng) mengkhawatirkan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang dilakukan kalangan industri, jika kondisi perekonomian Indonesia tak kunjung membaik.

“Saat ini pengusaha waswas karena hampir semua sektor mengalami masa sulit terutama sektor manufaktur,” ujar Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi, Senin (15/6/2015).

Dia mengakui, sudah ada beberapa perusahaan yang terpaksa melakukan PHK terhadap karyawan meski tidak banyak. Namun, Frans enggan menyebutkan perusahaan mana saja yang sudah melakukan PHK. Saat ini masih disesuaikan dengan kebutuhan dan juga kemampuan dari perusahaan itu sendiri.

Menurutnya, opsi PHK karyawan menjadi beban berat perusahaan. Namun, hal itu terpaksa dilakukan karena perusahaan tidak mampu meski harus ada konsekuensi membayar pesangon.

“Saya mengakui sudah ada beberapa perusahaan yang merumahkan karyawannya, karena ketidakmampuan perusahaan. Perusahanan tidak mungkin memaksakan diri dengan kondisi seperti ini dari pada rugi terus,” ungkapnya.

Kalangan pengusaha berharap, agar pemerintah cepat melakukan pencarian dana kegiatan pembangunan supaya ekonomi kembali menggeliat. Di sisi lain, pengusaha berharap pemerintah, bisa melakukan penguatan terhadap dolar AS (USD) yang cenderung tidak stabil. “Harga USD tidak stabil, padahal bahan baku impor dan ini jelas menyulitkan pengusaha,” tegasnya.

Ketua Bidang Industri Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jateng, Dedi Mulyadi menambahkan, kalangan pelaku industri tidak dapat berbuat banyak dengan kondisi seperti saat ini.

Dia mencontohkan, di bidang tekstil. Ada beberapa perusahaan yang kondisinya sehat namun ada juga yang tidak sehat akibat dari kondisi ekonomi Indonesia yang tidak stabil. “Pertumbuhan ekonomi di bawah 5 % dan ini sangat berpengaruh,” ujar General Manager di PT Sandang Asia Maju Abadi ini.

Dia mengaku, menghadapi kondisi sulit saat ini banyak perusahaan yang sudah mulai melakukan efisiensi produktivitas dengan mengurangi jam kerja karyawan. “Yang bisa dilakukan pertama adalah mengurangi jam kerja, dan juga efisiensi produktivitas sampai merumahkan karyawan. Tapi, untuk merumahkan karyawan ini pilihan terakhir karena akan semakin menyulitkan karyawan,” jelasnya.

Baca juga:

Inflasi Naik, HT Khawatir Kualitas Hidup Turun dan PHK

HT: Tidak Ada Teori Rupiah Menguat Itu Buruk
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Digulung Tsunami PHK,...
Digulung Tsunami PHK, 83.450 Orang Mendadak Jadi Pengangguran
Pengangguran Melonjak...
Pengangguran Melonjak Jadi 7,28 Juta Orang, Perindo Soroti Lemahnya Daya Beli dan Iklim Usaha
PHK Massal Terpa Industri...
PHK Massal Terpa Industri RI, Indikator Ekonomi Sedang Tak Baik-baik Saja?
Ekonomi RI Ambyar -5,32%,...
Ekonomi RI Ambyar -5,32%, Awas Makin Banyak PHK!
Tsunami PHK Gulung Indonesia,...
Tsunami PHK Gulung Indonesia, Bagaimana Kondisi Ekonomi?
Pabrik Tekstil RI Bertumbangan,...
Pabrik Tekstil RI Bertumbangan, Tinggal Sisa Satu di Jakarta Timur
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved