DPR Soroti Upaya Pencabutan Pengawasan Ekspor-Impor Migas

Selasa, 29 September 2015 - 06:01 WIB
DPR Soroti Upaya Pencabutan...
DPR Soroti Upaya Pencabutan Pengawasan Ekspor-Impor Migas
A A A
JAKARTA - Upaya pencabutan pengawasan ekspor-impor minyak dan gas (migas) yang menjadi salah satu usulan dalam paket Kebijakan Ekonomi Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) mendapat sorotan serius dari berbagai pihak.

Jika Presiden dan Kementerian ESDM tidak berhati-hati akan dimanfaatkan pihak yang mendompleng pada kebijakan yang seakan-akan melakukan deregulasi dan debirokratisasi di sektor energi, tetapi malah memperkuat posisi mafia migas.

Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika menilai pencabutan pengawasan dan pengendalian ekspor-impor migas sebagai langkah mundur. Pasalnya, salah satu tugas pemerintah adalah mengawasi ekspor impor ke negara-negara tertentu, termasuk yang tidak memiliki hubungan diplomatik, misalnya negara yang terkena embargo.

“Ya jelas, pencabutan itu sebagai langkah mundur. Ekspor-impor untuk komoditi yang sangat diperlukan atau menyangkut hajat hidup warga negara, maka pengawasan itu sangat penting,” ujarnya, Senin (28/9/2015).

Kardaya menegaskan, migas adalah barang yang menyangkut kebutuhan masyarakat banyak dan barang strategis ini perlu diawasi. “Kalau tidak ada pengawasan kan bisa tiba-tiba bergejolak. Pemerintah perlu fungsi pegawasan. Pengawasan terhadap semua hal-hal yang tidak baik bagi negara,” imbuhnya.

Politisi Partai Gerindra ini mengingatkan agar pemerintah tidak bermain dengan mafia. “Mafia itu bisa dihilangkan dengan niat. Kalau hanya proses saja susah. Niatnya tidak bisa macam-macam. Kalau hanya dengan ketentuan (peraturan- red) nanti hilang yang lama timbul yang baru,” katanya.

Menurut Kardaya, mafia terjadi kalau ada dua pihak luar dan dalam. "Jadi, kalau bertepuk sebelah tangan, ya enggak bisa,” tandas Kardaya.

Hal senada dikatakan pengamat energi Marwan Batubara. “Saya pikir itu langkah mundur. Kalau selama ini masyarakat dan publik mengeluhkan dominannya peran mafia migas, mestinya pengawasan ditingkatkan,” ujarnya.

Menurut Marwan, kebijakan tersebut bukanlah hal yang mendesak dibanding berbagai hal prioritas yang perlu diperbaiki di sektor energi nasional, misalnya transparansi industri migas, penerapan dana stabilisasi, penyusunan road map dan blue print sesuai PP KEN Nomor 79 tahun 2014 dan sebagainya.

Dia melihat mafia energi terutama minyak bumi sulit diberantas. Pemerintah pura-pura tidak tahu. “Kita tentu ingin Presiden Jokowi konsisten di manapun untuk memberantas mafia, baik minyak, listrik, gula, atau sektor lain,” harap Marwan.

Baca juga:

Jokowi Akan Kembali Luncurkan Paket Kebijakan Ekonomi

Ekonomi Indonesia Butuh Obat Kuat

Ini Tiga Paket Kebijakan Ekonomi September I Jokowi
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Demi Target Satu Juta...
Demi Target Satu Juta Barel, Pemerintah Diminta Realisasikan Empat Kebijakan Fiskalnya
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Migas, Kementerian ESDM Siapkan Insentif dan Kebijakan Baru
Investasi Minim, Kebijakan...
Investasi Minim, Kebijakan Migas Belum Menarik bagi Investor
Ini Kebijakan ESDM Dorong...
Ini Kebijakan ESDM Dorong KKKS Usahakan Blok Migas Potensial yang Idle
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
22 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
49 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
2 jam yang lalu
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved