Realisasi Investasi China di Indonesia Masih Rendah

Kamis, 26 November 2015 - 13:23 WIB
Realisasi Investasi...
Realisasi Investasi China di Indonesia Masih Rendah
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat rasio perbandingan antara rencana dan realisasi investasi dari China di Indonesia masih tergolong rendah.

BKPM menganggap hal tersebut sebagai tantangan untuk terus meningkatkan arus modal langsung dari negara Panda tersebut.

"Rencana investasi dari Tiongkok (China) tergolong besar. Namun memang tantangan yang kami hadapi adalah untuk merealisasikan rencana investasi tersebut. Rasio perbandingan antara rencana dan realisasi investasi Tiongkok masih di bawah 10%," kata Kepala BKPM Franky Sibarani dalam rilisnya, Kamis (26/11/2015).

Franky mengatakan, pihaknya terus mempromosikan potensi investasi di Indonesia kepada para investor asal China. Salah satunya menggelar Indonesia-China Business Forum di Shanghai, besok yang rencananya akan dihadiri sekitar 100 calon investor potensial dari China.

Mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tersebut juga akan menggelar one-on-one meeting dengan sejumlah perusahaan China yang dianggap serius di tempat yang sama.

Sejumlah investor tersebut, menyatakan rencananya berinvestasi di industri pariwisata, kawasan industri, industri pengolahan nikel, dan pembangkit listrik. "Kami berharap perusahaan tersebut dapat melangkah maju dengan mengajukan prinsip ke BKPM," imbuhnya.

Kendati demikian, Franky menyatakan, realisasi investasi China terus meningkat atau rata-rata tumbuh 66% per tahun sejak 2010. Apabila realisasi investasi China di Indonesia 2010 tercatat USD174 juta, maka pada 2014 realisasinya mencapai USD800 juta.

Franky mengatakan, rencana investasi China sepanjang Januari-September 2015 mencapai USD13,9 miliar atau meningkat 46% dibanding periode sama tahun lalu. Rencana tersebut mengindikasikan potensi kerja sama kedua negara yang cukup besar.

"Tiongkok merupakan salah satu negara prioritas yang ditargetkan dapat merealisaskan investasinya di Indonesia," kata dia.

Prioritas tersebut dapat dilihat dari empat kali pertemuan antara pemimpin kedua negara dalam kurun waktu satu tahun. Dia pun berharap, upaya promosi yang dilakukan BKPM dapat meningkatkan realisasi investasi China di Indonesia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
9 menit yang lalu
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
37 menit yang lalu
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
49 menit yang lalu
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
1 jam yang lalu
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
2 jam yang lalu
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved