BKPM Janjikan Perpres DNI Terbit Bulan Ini

Senin, 04 April 2016 - 11:27 WIB
BKPM Janjikan Perpres...
BKPM Janjikan Perpres DNI Terbit Bulan Ini
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berjanji Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Daftar Negatif Investasi (DNI) akan diterbitkan pertengahan bulan ini. Penerbitan Perpres tersebut sejatinya sedikit molor dari rencana awal pada Maret 2016.

Kepala BKPM Franky Sibarani menuturkan, Perpres mengenai DNI sejatinya telah selesai. Namun, karena melibatkan beberapa kementerian, sehingga perlu dikroscek lebih dalam lagi sebelum dikeluarkan menjadi produk hukum.

"‎DNI itu sudah dalam taraf sebetulnya sudah selesai. Cuma memang, DNI itu melibatkan lebih dari 10 kementerian. Sehingga, sebelum didudukkan menjadi produk hukum, memang ada proses konfirmasi," katanya di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (4/4/2016).

Menurutnya, hanya beberapa hal yang masih harus dikroscek lebih dalam ke kementerian bersangkutan. Karena itu, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) ini mengharapkan Perpres akan terbit pertengahan April 2016.

"Konfirmasi saya kira sekarang ini tinggal satu, dua hal lagi. Secara paralel memang Perpresnya sudah disiapkan, saya harapkan pertengahan April ini ‎sudah bisa selesai," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
1 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
2 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
2 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
13 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
13 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved