World Bank Perkirakan Ekonomi RI Stabil, China Masih Melempem

Rabu, 05 Oktober 2016 - 13:40 WIB
World Bank Perkirakan...
World Bank Perkirakan Ekonomi RI Stabil, China Masih Melempem
A A A
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) dalam laporan terbarunya memperkirakan, ekonomi China masih lamban, dari 6,7% tahun ini ke 6,5% pada 2017, dan 6,3% pada 2018. Di sisi lain, pertumbuhan ekonmi Indonesia akan naik secara stabil dari 4,8% pada 2015 menjadi 5,5% pada 2018.

(Baca: Bank Dunia Ramal Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Stabil)

Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di China akan melemah seiring dengan perekonomiannya yang terus menuju ke sektor konsumsi.

Sementara, pelayanan dan aktivitas dengan nilai tambah yang tinggi dan kelebihan kapasitas industri justru dikurangi. "Namun, pasar tenaga kerja yang lebih ketat akan terus mendukung pertumbuhan pendapatan dan konsumsi rumah tangga," katanya di Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Sementara, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty mengatakan, di antara negara-negara berkembang besar, prospek sangat kuat ada di Filipina dengan pertumbuhan diharapkan dapat melaju ke 6,4% tahun ini, dan Vietnam akan terhambat oleh kekeringan parah, namun kembali pulih ke 6,3% di 2017.

"Di Indonesia, pertumbuhan akan naik secara stabil, dari 4,8% pada 2015 menjadi 5,5% di 2018, tergantung ada tidaknya kenaikan investasi publik dan suksesnya perbaikan iklim investasi serta kenaikan penerimaan," tutur dia.

Sementara di Malaysia, pertumbuhan akan jatuh secara tajam ke 4,2% di tahun ini dari sebelumnya 5%. Hal ini disebabkan permintaan global yang melemah terhadap minyak dan produksi ekspor.

Untuk negara berkembang kecil, sambung dia, prospek pertumbuhan telah memburuk di beberapa negara eksportir komoditas. Ekonomi Mongolia diproyeksikan tumbuh hanya sekitar 0,1% akibat melemahnya ekspor mineral dan pengendalian utang.

Selain itu, ekonomi Papua Nugini hanya tumbuh 2,4% tahun ini karena turunnya harga dan output tembaga serta LNG. "Walaupun ada prospek menjanjikan, pertumbuhan di kawasan ini bergantung oleh berbagai risiko besar," imbuhnya.

Dia mengatakan, pengetatan keuangan global, pertumbuhan global yang terus melambat atau perlambatan di China yang datang lebih awal dari yang sudah diantisipasi, akan menjadi cobaan untuk ketahanan Asia Timur.

"Sangat penting bagi pembuat kebijakan untuk mengurangi ketidakseimbangan finansial dan fiskal yang telah terbangun di beberapa tahun terakhir ini disebabkan ketidakpastian ini," tandas Sudhir.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Bank Dunia Yakin Roda...
Bank Dunia Yakin Roda Ekonomi RI Bergulir Lagi Agustus Nanti
Prediksi Bank Dunia,...
Prediksi Bank Dunia, Ekonomi RI Tahun Ini Minus 2%
Ekonomi RI 2021 Diprediksi...
Ekonomi RI 2021 Diprediksi Bank Dunia Hanya Capai 3,1%
Ramalan Bank Dunia:...
Ramalan Bank Dunia: Ekonomi Global 2021 Masih Seret, Hanya Tumbuh 4%
Bank Dunia Pangkas Proyeksi...
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia, Tak Sampai 5,2% di 2026
Berita Terkini
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
21 menit yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
1 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
1 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
2 jam yang lalu
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved