Harga Minyak Naik Berkat Melemahnya Dolar AS

Selasa, 24 Januari 2017 - 09:59 WIB
Harga Minyak Naik Berkat...
Harga Minyak Naik Berkat Melemahnya Dolar AS
A A A
SINGAPURA - Harga minyak pada perdagangan Selasa (24/1/2017) meningkat imbas melemahnya dolar Amerika Serikat (USD) dan pemotongan produksi yang diumumkan oleh OPEC mendapat dukungan pasar.

Mengutip dari Reuters, Selasa ini, patokan harga minyak berjangka Brent International naik 30 sen menjadi USD55,53 per barel pada pukul 01:47 GMT. Dan acuan minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) bertambah 27 sen menjadi USD53,02 per barel.

Dolar berkubang di dekat posisi terendah, tertekan oleh kekhawatiran investor tentang dampak dari sikap proteksionis Presiden AS Donald Trump. Melemahnya dolar membuat komoditas greenback lebih murah bagi importir yang memegang mata uang lainnya.

Musabab lain menguatnya si emas hitam karena para menteri yang mewakili anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non-OPEC dalam pertemuan di Wina, telah mengumumkan bahwa kesepakatan pemotongan produksi sebesar 1,5 juta barel per hari yang diterapkan per 1 Januari berhasil dilaksanakan.

Bernstein Energy mengatakan persediaan minyak dunia mengalami penurunan sebesar 24 juta barel menjadi 5,7 miliar barel pada kuartal keempat tahun lalu dari kuartal sebelumnya. Namun, jumlah ini sekitar 60 hari konsumsi minyak dunia. "Ini adalah penurunan kuartalan terbesar sejak kuartal keempat tahun 2013, membalikkan dari kelebihan pasokan ke undersupply," dalam catatan mereka.

Menteri Perminyakan Irak mengatakan pada hari Senin bahwa mereka juga sepakat untuk mengurangi produksi minyak sebagai langkah untuk mengembalikan kembali harga minyak yang sepanjang 2016 melemah akibat kelebihan pasokan.

Meski demikian, penurunan pasokan oleh perusahaan minyak sedang diimbangi dengan peningkatan produksi AS. Perusahaan pengebor minyak AS menambahkan rig dalam empat tahun terakhir.

Produksi minyak negara Paman Sam telah meningkat lebih dari 6% sejak pertengahan 2016, meski masih di bawah puncak produksi mereka pada tahun 2015. Fawad Razaqzada, seorang analis untuk Forex.com, mengatakan produksi minyak AS yang lebih tinggi bisa membuat pasar kembali seimbang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sinyal Dedolarisasi...
Sinyal Dedolarisasi Makin Kuat, Pengaruh Dolar di Pasar Minyak Mulai Hilang
Pelemahan Dolar Bikin...
Pelemahan Dolar Bikin Harga Minyak Stabil
Harga Minyak Melandai,...
Harga Minyak Melandai, OPEC Diprediksi Tahan Kuota Produksi
Harga Minyak Turun Setelah...
Harga Minyak Turun Setelah Amerika Serikat Tingkatkan Pasokan
Ditindih Dolar, Harga...
Ditindih Dolar, Harga Minyak Terkapar 2 Persen Lebih
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Naik Imbas Pelemahan Dolar dan Pengumuman China
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
42 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved