Kemenkeu Minta Pemda Perbaiki Kualitas Belanja APBD

Selasa, 31 Januari 2017 - 23:23 WIB
Kemenkeu Minta Pemda...
Kemenkeu Minta Pemda Perbaiki Kualitas Belanja APBD
A A A
JAKARTA - Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memperbaiki kualitas belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kualitas APBD di berbagai daerah dinilai masih rendah karena sebagian besar uang APBD masih dialokasikan untuk belanja pegawai negeri.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengatakan, sejak penerapan standar pelaporan keuangan berbasis akrual, penyerapan APBD membaik. Hal ini membuat banyak Pemda diganjar opini dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Tapi apa hasil dari WTP itu untuk masyarakat kalau mayoritas anggaran untuk pegawai. Setiap Rp1 harusnya untuk kesejahteraan masyarakat," kata Mardiasmo di Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Dia menambahkan, penyusunan laporan keuangan berbasis akrual sejak 2015 membuat perencanaan dan penyusunan anggaran lebih baik. Namun, dia berharap pemda kedepannya bisa lebih baik dalam memprioritaskan anggaran untuk kegiatan produktif sehingga menggerakkan perekonomian daerah. "Jadi jangan hanya fokus mendapatkan opini WTP saja," sambungnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, rata-rata porsi belanja pegawai dalam APBD 2015, baik provinsi maupun kabupaten/kota mencapai 40%. Porsi belanja pegawai di tingkat pemerintah kabupaten/kota tercatat rata-rata mencapai 46%.

Di tingkat kabupaten/kota, lima pemda tertinggi dalam hal belanja pegawai adalah Kabupaten Langkat (76,3%), Kota Pematang Siantara (71,2%), Kabupaten Tanah Karo (68,4%), Kota Ambon (68,4%), dan Kota Kendari (68,3%). Sementara di tingkat provinsi, pemda yang memiliki alokasi belanja pegawai tertinggi adalah Bengkulu (28,3%), Sulawesi Tengah (25,6%), Sulawesi Tenggara (25,5%), Gorontalo (24,2%), dan DKI Jakarta (22,8%).

Kemenkeu memiliki kebijakan untuk mengurangi porsi belanja pegawai di daerah. Hal itu dilakukan dengan cara mengurangi porsi dana alokasi umum (DAU) dan memperbesar porsi dana alokasi khusus (DAK) yang berbasis infrastruktur. Pasalnya, DAU yang diberikan pemda lebih banyak digunakan untuk belanja pegawai.

Pengamat ekonomi Universitas Brawijaya Candra Fajar Ananda sebelumnya juga pernah menyebut komposisi APBD di berbagai daerah selama ini hanya mengandalkan DAU dari pemerintah pusat. Di provinsi Jawa Timur, kata dia, porsi pendapatan asli daerah (PAD) terhadap APBD rata-rata hanya 13,7%.

"Di Jawa Timur hanya beberapa daerah saja yang PAD-nya di atas 20%. Sementara DAU itu minimal 80% dipakai untuk gaji pegawai. Untuk belanja modal, tidak ada yang di atas 20%. Makanya daerah ini berlomba-lomba menambah jumlah pegawai supaya DAU-nya naik," kata dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Belanja APBD 2020 Tembus...
Belanja APBD 2020 Tembus Rp1.088,7 Triliun, Ini Rinciannya
Lapor Bu Sri Mulyani,...
Lapor Bu Sri Mulyani, Duit Pinjaman Daerah Dipakai Pejabat Buat Beli Mobil
Akibat Covid-19, Kemenkeu...
Akibat Covid-19, Kemenkeu Tunda Penyaluran DAU Sejumlah Daerah
Menuju Indonesia Emas...
Menuju Indonesia Emas 2045, Generasi Muda Diminta Kawal Pengelolaan APBN dan APBD
Pj Gubernur Sebut Sulsel...
Pj Gubernur Sebut Sulsel Bangkrut, Stafsus Menkeu Beri Penjelasan
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
56 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved