OJK: Rasio Kredit Berpotensi Meningkat

Selasa, 04 April 2017 - 01:18 WIB
OJK: Rasio Kredit Berpotensi...
OJK: Rasio Kredit Berpotensi Meningkat
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat sejak Januari 2017, kondisi perbankan membaik dengan ditopang peningkatan permodalan dan likuiditas yang memadai meskipun risiko kredit cenderung meningkat.

Kredit mengalami penurunan dari Rp4.377 triliun pada Desember 2016 menjadi Rp4.313 triliun di bulan Januari 2017.

Meski demikian, secara umum pertumbuhan kredit pada Januari 2017 lebih tinggi jika dibandingkan kredit pada Desember 2016, dengan masing masing growth 8,28% dan 7,86%.

Direktur Pengawasan Bank II OJK, Anung Herlianto menambahkan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami peningkatan pertumbuhan, dimana Desember 2016 sebesar 9,60% sementara Januari 2017 DPK tumbuh 10,04%.

Disisi lain, risiko kredit berpotensi meningkat seiring lambannya pertumbuhan kredit, relatif besarnya KKR dan berakhirnya relaksasi restrukturisasi kredit pada Agustus 2017.

"Kredit bermasalah atau non performing loan/NPL per Desember 2016 sebesar 3.09% adapun rasio permodalan (CAR) menjadi 23,21%," ungkapnya, Senin (3/4/2017).

Menurutnya, permodalan perbankan masih solid dalam menyerap potensi kerugian, tercermin dari CAR yang cukup tinggi dengan tren meningkat di tengah perlambatan pertumbuhan kredit dan kenaikan NPL.

Profitabilitas bank sistemik meningkat di tengah kenaikan BOPO yang signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Risiko kredit bank sistemik masih relatif rendah dan terkendali meskipun cenderung naik. Namun demikian, permodalan dinilai cukup memadai dalam menyerap potensi risiko," ungkapnya.

Adapun aset perbankan Desember 2016 tumbuh sebesar 9,8% yoy. Sedangkan Desember 2015 tumbuh sebesar 9,16%. Meski masih menurun dibandingkan tren historisnya, namun kredit masih mendominasi dalam aset perbankan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK Pantau Ketat Penyaluran...
OJK Pantau Ketat Penyaluran Kredit Setiap Bank
Restrukturisasi Melandai,...
Restrukturisasi Melandai, OJK Minta Bank Salurkan Kredit Baru
Hampir Setengah Juta...
Hampir Setengah Juta Debitur di Jabar Terdampak Covid-19
Wimboh Prediksi Pertumbuhan...
Wimboh Prediksi Pertumbuhan Kredit Tahun Depan Capai 9%
74 Bank Telah Realisasikan...
74 Bank Telah Realisasikan Restrukturisasi Kredit
Ketua OJK: Skenario...
Ketua OJK: Skenario Terburuk, Kredit Bank Bisa Tidak Tumbuh
Berita Terkini
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
45 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
9 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved