BPJS Kesehatan Buka Pendaftaran Melalui Drop Box di Kelurahan
Selasa, 16 Mei 2017 - 02:11 WIB
BPJS Kesehatan Buka Pendaftaran Melalui Drop Box di Kelurahan
A
A
A
YOGYAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berusaha meningkatkan layanan mereka terhadap masyarakat. Mereka terus menambah kanal layanan, baik pendaftaran ataupun informasi dari BPJS Kesehatan. Kali ini mereka menambah layanan pendaftaran drop box ataupun juga melalui call center.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Yogyakarta, Sri Mugirahayu mengatakan, tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan di Yogyakarta terus mengalami kenaikan. Namun ia mengakui masih ada yang belum menjadi peserta.
Sebagian besar dari masyarakat yang masuk ke golongan peserta mandirilah yang masih tercecer belum terdaftar. Harapannya dengan menambah banyak jumlah kanal maka peserta akan bertambah. "Waktu untuk universal coverage BPJS Kesehatan tahun 2019 sudah semakin dekat," paparnya, Senin (15/5/2017).
Sejak awal Maret lalu, pihaknya sudah melayani pendaftaran serta aduan dan informasi melalui Care Center 1500-400. Sementara untuk drop box baru mereka lakukan sejak bulan April 2017, itu pun terbatas di kantor cabang. Rencananya mulai bulan depan mereka akan menambah jumlah drop box di tempat layanan publik.
Ia menargetkan, hingga akhir Juni 2017, semua kecamatan di Yogyakarta akan tersedia layanan drop box untuk pendaftaran peserta mandiri BPJS Kesehatan. Sebenarnya antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah daerah sudah melaksanakan nota kesepakatan (MoU) untuk kerja sama drop box tersebut, hanya menunggu kekuatan hukumnya saja.
"Pemerintah daerah menginginkan ada payung hukum yang jelas," ujarnya.
Setelah di kecamatan, pihaknya memang menargetkan memberikan drop box hingga tingkat kelurahan. Dan memang baru di Kotamadya Yogyakarta saja drop box tersebut akan tersedia hingga tingkat kelurahan, karena sistemnya sudah terintegrasi dengan sistem BPJS Kesehatan. Sementara di kabupaten lain masih penjajagan.
Menurutnya, layanan drop box memang cukup efektif dan diminati oleh masyarakat dibanding dengan care center. Karena kemungkinan besar masyarakat masih enggan menggunakan care center akibat membutuhkan waktu untuk meneleponnya. "Mungkin juga membutuhkan pulsa," tuturnya. Sementara dengan drop box tinggal menunggu telepon dari BPJS Kesehatan.
Kepala Unit Pengendali Mutu Pelayanan dan Pengaduan Peserta BPJS Kesehatan Yogyakarta, Erna Dyah Ekowati mengatakan, layanan yang mereka berikan di luar kantor cabang memang memberi dampak peningkatan peserta. Sejauh ini, dari layanan drop box yang mereka letakkan di kantor cabang sejak awal Maret 2017 sudah ada 3.801 peserta baru yang mendaftar.
"Sementara dari layanan care center hanya empat dan melalui pihak ketiga yaitu Lippo Plaza sudah ada 31 peserta baru," tuturnya.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Yogyakarta, Sri Mugirahayu mengatakan, tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan di Yogyakarta terus mengalami kenaikan. Namun ia mengakui masih ada yang belum menjadi peserta.
Sebagian besar dari masyarakat yang masuk ke golongan peserta mandirilah yang masih tercecer belum terdaftar. Harapannya dengan menambah banyak jumlah kanal maka peserta akan bertambah. "Waktu untuk universal coverage BPJS Kesehatan tahun 2019 sudah semakin dekat," paparnya, Senin (15/5/2017).
Sejak awal Maret lalu, pihaknya sudah melayani pendaftaran serta aduan dan informasi melalui Care Center 1500-400. Sementara untuk drop box baru mereka lakukan sejak bulan April 2017, itu pun terbatas di kantor cabang. Rencananya mulai bulan depan mereka akan menambah jumlah drop box di tempat layanan publik.
Ia menargetkan, hingga akhir Juni 2017, semua kecamatan di Yogyakarta akan tersedia layanan drop box untuk pendaftaran peserta mandiri BPJS Kesehatan. Sebenarnya antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah daerah sudah melaksanakan nota kesepakatan (MoU) untuk kerja sama drop box tersebut, hanya menunggu kekuatan hukumnya saja.
"Pemerintah daerah menginginkan ada payung hukum yang jelas," ujarnya.
Setelah di kecamatan, pihaknya memang menargetkan memberikan drop box hingga tingkat kelurahan. Dan memang baru di Kotamadya Yogyakarta saja drop box tersebut akan tersedia hingga tingkat kelurahan, karena sistemnya sudah terintegrasi dengan sistem BPJS Kesehatan. Sementara di kabupaten lain masih penjajagan.
Menurutnya, layanan drop box memang cukup efektif dan diminati oleh masyarakat dibanding dengan care center. Karena kemungkinan besar masyarakat masih enggan menggunakan care center akibat membutuhkan waktu untuk meneleponnya. "Mungkin juga membutuhkan pulsa," tuturnya. Sementara dengan drop box tinggal menunggu telepon dari BPJS Kesehatan.
Kepala Unit Pengendali Mutu Pelayanan dan Pengaduan Peserta BPJS Kesehatan Yogyakarta, Erna Dyah Ekowati mengatakan, layanan yang mereka berikan di luar kantor cabang memang memberi dampak peningkatan peserta. Sejauh ini, dari layanan drop box yang mereka letakkan di kantor cabang sejak awal Maret 2017 sudah ada 3.801 peserta baru yang mendaftar.
"Sementara dari layanan care center hanya empat dan melalui pihak ketiga yaitu Lippo Plaza sudah ada 31 peserta baru," tuturnya.
(ven)
Lihat Juga :