Masyarakat Hibahkan Lahan untuk Bangun Sentra Garam di NTT

Senin, 14 Agustus 2017 - 20:02 WIB
Masyarakat Hibahkan...
Masyarakat Hibahkan Lahan untuk Bangun Sentra Garam di NTT
A A A
JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengemukakan banyak masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menghibahkan lahan mereka untuk pembangunan sentra garam di NTT. Pembangunan pabrik garam tersebut untuk mengatasi kelangkaan garam yang terjadi di Tanah Air.

Dia mengungkapkan, saat ini PT Garam (Persero) telah menerima hibah lahan seluas 400 hektare (ha) dari masyarakat. Jadi, menggunakan sistem inti-plasma yaitu kemitraan antara PT Garam dengan masyarakat.

Sistem inti-plasma sendiri merupakan sistem yang lazim digunakan dalam sektor perkebunan. Jadi sistem tersebut merupakan perjanjian antara koperasi sebagai wakil dari petani plasma dengan perusahaan inti, dalam hal ini PT Garam.

"Soal aspek pertanahan yang menyangkut ladang garam khususnya tanah yang ada di Nusa Tenggara Timur, itu saja yang bisa saya jelaskan. Di NTT ada ladang garam yang punya PT Garam (Persero) kerja sama dengan masyarakat 400 ha," katanya di Gedung Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Menurutnya, sistem inti-plasma juga pernah diterapkan di sentra garam milik PT Garam di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang, NTT. Masyarakat berminat untuk memberikan lahannya kepada perseroan, karena melihat lahannya menjadi produktif.

"Kalau pemerintah mau bikin ladang garam atau PT Garam atau siapapun mau bikin tambang garam yang bagus, masyarakat itu akan dengan sukarela ikut bersama. Contohnya di Bipolo, begitu PT Garam bikin ladang garam 400 ha, dia lihat produktivitasnya tinggi, masyarakat menawarkan untuk ikut serta. Jadi nanti hubungannya adalah plasma inti saja," imbuh dia.

Mantan Menko bidang Perekonomian ini menyatakan, sistem inti-plasma ini akan terus didorong dalam kegiatan pemanfaatan lahan. Pasalnya, sistem tersebut dinilai lebih adil untuk kedua belah pihak dibanding harus membebaskan lahan.

Sebab, lahan tersebut akan tetap menjadi lahan masyarakat. Hanya saja, lahan tersebut digarap oleh perusahaan agar produktivitasnya meningkat.

"Iya inti plasma akan kami dorong untuk berbagai pemanfaatan lahan, karena itu lebih berkeadilan. Ya memang kalau bisa inti plasma, tidak perlu dibebaskan lahan, kan saling menguntungkan. Kalau punya lahan kemudian ada industri, industri bisa bekerja sama dengan baik, produktivitas meningkat. Semua diuntungkan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Garam Sulsel...
Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Pakar UI: Garam Bermutu...
Pakar UI: Garam Bermutu Dihasilkan Dari Panen di Atas Meja Garam
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
Industri Pengguna Garam...
Industri Pengguna Garam Bisa Tenang, Ada Jaminan Pasokan dari Kemenperin
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
4 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
4 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
4 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
5 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
5 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
5 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved