LPS Ramal Kredit Bank Tumbuh di Bawah Double Digit Tahun Ini
Kamis, 14 September 2017 - 18:48 WIB
LPS Ramal Kredit Bank Tumbuh di Bawah Double Digit Tahun Ini
A
A
A
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan, pertumbuhan kredit pada tahun ini akan berada di bawah double digit. Dimana perkiraan ini masih sesuai dengan ramalan dari Bank Indonesia (BI). LPS memperkirakan pertumbuhan kredit ada di level 9%, sedangkan target BI sendiri ada di kisaran 8%-10%.
Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan menyampaikan, masih tumbuhnya penyaluran kredit karena kinerja perbankan yang masih solid. Bank-bank diyakini dapat menahan tiap risiko yang ada. "Secara industri, perbankan kita sehat, CAR 23%, NPL di bawah 3%. Jika ada risiko, modal perbankan kita bisa menyerap kerugian," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/9/2017).
(Baca Juga: LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan 25 Basis Poin )
Selain itu, penunjang lainnya tak lain adalah pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan pertumbuhan kredit. Sejalan dengan itu, sektor andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini juga bisa digenjot untuk meningkatkan konektivitas.
Tak ketinggalan, Fauzi menambahkan, membaiknya perekonomian bisa menjelma sebagai stimulus peningkatan penyaluran kredit. Sektor ekonomi ini juga dapat menggerakkan roda ekspor. "Kredit bisa digenjot di infrastruktur. Tentunya dengan perbaikan ekonomi global, kita harapkan sektor ekspor bisa semakin kuat," pungkasnya.
Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan menyampaikan, masih tumbuhnya penyaluran kredit karena kinerja perbankan yang masih solid. Bank-bank diyakini dapat menahan tiap risiko yang ada. "Secara industri, perbankan kita sehat, CAR 23%, NPL di bawah 3%. Jika ada risiko, modal perbankan kita bisa menyerap kerugian," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/9/2017).
(Baca Juga: LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan 25 Basis Poin )
Selain itu, penunjang lainnya tak lain adalah pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan pertumbuhan kredit. Sejalan dengan itu, sektor andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini juga bisa digenjot untuk meningkatkan konektivitas.
Tak ketinggalan, Fauzi menambahkan, membaiknya perekonomian bisa menjelma sebagai stimulus peningkatan penyaluran kredit. Sektor ekonomi ini juga dapat menggerakkan roda ekspor. "Kredit bisa digenjot di infrastruktur. Tentunya dengan perbaikan ekonomi global, kita harapkan sektor ekspor bisa semakin kuat," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :