Inkowapi Minta Mendag Jangan Bawa Ritel Modern ke Warung Tradisional

Rabu, 27 September 2017 - 00:14 WIB
Inkowapi Minta Mendag...
Inkowapi Minta Mendag Jangan Bawa Ritel Modern ke Warung Tradisional
A A A
JAKARTA - Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) menentang rencana Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito yang akan menerapkan kebijakan ritel modern boleh salurkan barang ke warung tradisional. Rencananya kebijakan ini akan diberlakukan mulai Oktober 2017. Inkowapi meminta Mendag jangan mengabaikan usaha tradisional masyarakat kecil.

"Inkowapi mendesak pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan dan Menteri Koperasi untuk membatalkan rencana tersebut. Hentikan kebijakan kooptasi distribusi ritel modern ke warung tradisional," kata Ketua Umum Inkowapi Sharmila di Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Menurut Sharmila, apabila kebijakan tersebut diterapkan maka akan menyebabkan monopoli distribusi barang ritel modern dari hulu ke hilir. Dampak lanjutannya adalah usaha kecil rakyat seperti agen-agen ritel sembako tradisional terancam mati karena jalur distribusinya di-bye pass oleh perusahaan ritel modern.

Mungkin pada awalnya harga barang ritel di tingkat konsumen jadi lebih murah tapi pada akhirnya, apabila jalur distribusi ritel itu sudah dikuasai ritel modern maka tidak ada jaminan harga tetap akan murah. Sebab ritel modern bisa menentukan sendiri harga bila sudah tidak ada saingan lagi. Sebab agen distribusi barang ritel tradisional sudah punah dan mati.

"Bayangkan akan seperti apa dampaknya bila usaha-usaha rakyat yang kecil di beberapa pelosok daerah ini mati? Pastinya akan menambah banyak orang yang kehilangan pendapatan dari usaha yang selama ini dijalankannya," kata Sharmila.

Selain itu, kata Sharmila, apabila kebijakan ritel modern masuk ke warung tradisional diterapkan maka akan “membunuh” kanvasing-kanvasing dan supervisor sales marketing yang selama ini rajin mendrop dan memasarkan produk masing-masing merek perusahaan ke warung tradisional.

"Menurut kami, tidak baik sebuah perusahaan distribusi ritel modern konglomerasi menguasai bisnis ritel dari hulu ke hilir," kata Sharmila. Ia meminta pemerintah jangan meng-endorse perusahaan ritel modern yang sudah sedemikian besar tetapi justru mengabaikan usaha-usaha kecil, warung tradisional, agen barang ritel tradisional.

Inkowapi justru berharap pemerintah lebih memberdayakan usaha usaha kecil masyarakat seperti warung dan agen ritel tradisional sehingga semakin berkembang maju.

"Tolong batalkan rencana itu. Sebagai gantinya sebaiknya kebijakannya lebih ke arah melindungi dan pemberdayaan warung tradisional. Caranya bisa dengan mengoptimalkan BUMN atau BUMD untuk menyokong usaha kecil warung tradisional," kata Sharmila.

Menurut Sharmila, dari pada pemerintah memberi jalan ke ritel modern dan besar mengkooptasi distribusi ritel, lebih baik pemerintah fokus pada tugasnya. Yakni menetapkan harga eceran tertinggi dan terendah, serta menjaga kebijakan tersebut akan ditaati dan dilaksanakan peritel.

"Hentikan rencana kebijakan kooptasi distribusi barang ritel modern ke warung tradisional. Batasi pembukaan toko-toko ritel modern oleh jejaring ritel nasional. Kami juga minta pemerintah mendukung pembangunan primer dan sekunder koperasi konsumen dengan mengintegrasikan jalur distribusi barang ke warung tradisional," pungkas Sharmila.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Sembuh, Ritel Tidak...
Baru 'Sembuh', Ritel Tidak Bisa Langsung Kejar Omzet 100%
Punya Kontribusi Besar,...
Punya Kontribusi Besar, Insentif untuk Ritel Tengah Dikaji
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Pengusaha Ritel Ancam...
Pengusaha Ritel Ancam Setop Jual Migor, Negosiasi Kemendag Dinanti
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
3 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
3 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved