Tenaga Kerja Besutan Balai Besar Kemenperin Diakui Internasional

Senin, 13 November 2017 - 05:16 WIB
Tenaga Kerja Besutan...
Tenaga Kerja Besutan Balai Besar Kemenperin Diakui Internasional
A A A
BANDUNG - Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, salah satu lembaga penelitian dan pengembangan Kementerian Perindustrian aktif melakukan pendidikan dan pelatihan vokasi dalam bidang pengelasan. Upaya ini untuk menjawab tantangan dari dunia industri yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan profesional.

“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan oleh industri manufaktur saat ini, menuntut para tenaga kerja kita untuk menguasai kegiatan pemanufakturan yang dapat mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi tinggi, termasuk di bidang pengelasan,” kata Kepala B4T Budi Susanto.

Berdasarkan data Asosiasi Pengelasan Indonesia – Indonesian Welding Society (API-IWS), pembangunan industri manufaktur nasional masih memerlukan sebanyak 5000 tenaga pengelasan per tahun. Tingkat kualifikasi yang dibutuhkan, antara lain Welding Coordinator (Welding Engineer, Welding Technologist, Welding Specialist, Welding Practitioner), Welder, Welding Inspector (comprehensive, standard, basic), dan Nondestructive Testing (NDT) personnel.

“Untuk jabatan Welding Inspector dan NDT personnel, B4T telah memberikan pelatihan sejak tahun 1976 dan untuk kualifikasi Welding Coordinator sejak 1994,” tutur Budi.

Hingga saat ini, melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, B4T telah menghasilkan lulusan dengan kualifikasi Welding Coordinator (Welding Engineer, Welding Technologist, Welding Specialist, Welding Practitioner) sebanyak 680 orang, Welding Inspector (Comprehensive level, Standard level, Basic level) sebanyak 2.800 orang, dan NDT (Level III, Level II, Level I) sebanyak 1.850 orang.

Budi meyatakan, B4T merupakan salah satu lembaga pendidikan dan pelatihan pengelasan yang telah diakui dan dipercaya sebagai Approved Training Body (ATB) dalam skema International Institute of Welding (IIW) dengan Sertifikat Akreditasi No. ID 001 melalui Indonesian Welding Society - Authorised National Body (IWS-ANB). “Maka, sertifikat yang diberikan kepada peserta diakui secara internasional,“ ungkapnya.

Para lulusan tenaga ahli las dari B4T telah banyak diterima kerja di negara-negara Timur Tengah, Afrika Selatan, Eropa, Amerika Serikat, Malaysia, Brunei, dan Jepang. B4T juga sebagai lembaga Tempat Uji Kompetensi (TUK) dalam skema Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan Sertifikat Akreditasi No. 029-ID melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Las (LSP-LAS) dengan mengimplementasikan dokumen Pedoman BNSP 206 Persyaratan Umum Tempat Uji Kompetensi serta Persyaratan Tambahan dari LSP-LAS.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara memberikan apresiasi terhadap kinerja B4T dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi yang professional dengan kualifikasi diakui tingkat nasional sampai internasional.

”Kami akan selalu meningkatkan kemampuan dari segi kualitas maupun kuantitas untuk memenuhi kebutuhan pengembangan industri nasional dan kemampuan dalam persaingan professional global,” tuturnya.

Menurut Ngakan, salah satu kunci strategis untuk mendukung percepatan pembangunan industri Indonesia saat ini adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang mampu menjawab tantangan nasional dan global. “Pendidikan dan pelatihan vokasi yang menitikberatkan pada kemampuan keterampilan profesional sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan tersebut,” tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Agus Gumiwang Optimis...
Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi
Momen Lebaran, Menperin...
Momen Lebaran, Menperin dan Pelaku Industri Tegaskan Komitmen Genjot Manufaktur
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Imbas Covid-19, Menperin...
Imbas Covid-19, Menperin Sebut Pertumbuhan Industri Hanya Berkisar 0,7%
Manufaktur Bisa Tumbuh...
Manufaktur Bisa Tumbuh 2,7% di Kuartal II, Ini Syaratnya
PMI Agustus Tembus Level...
PMI Agustus Tembus Level 50, Apakah Tanda Industri Manufaktur Mulai Pulih?
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
16 menit yang lalu
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
25 menit yang lalu
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
1 jam yang lalu
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
2 jam yang lalu
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
5 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved