Tren Hunian Modern dengan Nilai Budaya Lokal

Senin, 08 Januari 2018 - 21:34 WIB
Tren Hunian Modern dengan...
Tren Hunian Modern dengan Nilai Budaya Lokal
A A A
JAKARTA - Kalangan pengembang properti tetap memandang tahun 2018 ini dengan sikap optimistis. Peluang sektor properti untuk tumbuh di tahun politik ini dinilai masih terbuka. Managing Director Synthesis Residence Kemang, Julius Warouw mengatakan kekhawatiran terhadap tahun politik hendaknya tidak menjadi kendala bagi pengembang.

Karena itu, pihaknya justru gencar mengembangkan hunian vertikal namun bukan seperti pengembang umumnya. Synthesis Residence Kemang mengembangkan hunian etnik modern dengan mengadopsi nilai-nilai budaya lokal.

Pasalnya, selama ini kebanyakan hunian vertikal yang muncul di area strategis di Jakarta hanya menampilkan desain modern, tanpa ada sentuhan nilai lokal Indonesia yang sejatinya memberi warna lebih universal.

"Sejalan dengan pertumbuhan hunian, konsumen merindukan suasana kultural yang hadir di sekeliling mereka, dengan suasana kedaerahan yang membawa fase hidup seimbang antara modernisasi tanpa menanggalkan budaya," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/1/2018).

Berangkat dari komitmen tersebut, kata Julius, Synthesis Development menghadirkan proyek Synthesis Residence Kemang, sebuah hunian vertikal dengan konsep yang sarat khas budaya Indonesia, tanpa meninggalkan kemajuan zaman now yang sejatinya menjadi kebutuhan masyarakat.

"Synthesis Residence Kemang berada di kawasan yang identik dengan seni dan tradisi di tengah kota Jakarta. Hasl ini menjadi point of interest yang ditawarkan kepada konsumen. Dan mewujudkan hunian impian dengan kelengkapan fasilitas yang membuat penghuni merasakan suasana homey sesungguhnya tidak mudah," tambahnya.

Julius menjelaskan, proyek apartemen strata title yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare (ha) dengan total hunian 1.188 unit ini, mengangkat budaya Jawa dengan nilai universal, yang tertera melalui konsep arsitektur berupa sentuhan Batik Kawung dan Pendopo Rumah Joglo.

"Jika selama ini batik identik dengan pakaian, apartemen ini memberikan motif Batik Kawung di sisi interior dan eksteriornya. Nuansa Jawa juga dirasakan ketika berada di Rumah Joglo yang menjadi lobi utama dari dua tower kembar, Nakula dan Sadewa. Melengkapi nuansa etnik, di depan Rumah Joglo terdapat patung Bancak Doyok yang merupakan karya pematung Wahyu Santosa," jelasnya.

Pembangunan proyek yang telah mendapatkan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) Nomor 007/5.7/31/-1.711.534/2015 untuk membangun hunian bertingkat di kawasan Kemang ini, mempunyai proses yang sama sebagaimana dalam pembuatan Batik Kawung.

"Sejak pertama kali, kita punya carefully design untuk kenyamanan penghuni, ada sentuhan emosional di situ. Tujuannya, apartemen ini menjadi home bagi orang yang tinggal di dalamnya, dengan salah satu nilainya adalah privacy," kata Julius.

Apartemen dengan tiga tower (Arjuna, Nakula, dan Sadewa) ini, juga memiliki lahan terbuka hijau yang dilengkapi dengan Taman Tirta Astana. Di dalam Tirta Astana sendiri, kata Julius, terdapat Amerta-Swimming Pool, Prasanti-Yoga Pavilion, Ananta-Reflecting Pool, Astaka-Main Gazebo, Pranala-Children Swimming Pool, Dewari-Children Playground, Nismara-Barbeque Area, Samboga-Dining Pavilion, dan Aksara-Reading Pavilion.

"Semua fasilitas tersebut dapat dinikmati oleh penghuni yang disesuaikan dengan kebutuhan. Seolah-olah penghuni yang tinggal akan nyaman seperti bangsawan Jawa yang tinggal turun dan bisa bersantai menikmati taman dan beragam fasilitasnya," ungkapnya.

Selain taman, kata Julius, fasilitas lain juga ditawarkan oleh apartemen ini seperti, gym, jogging track, dan area komersial yang dilengkapi dengan cafe, restoran, laundry, minimarket, dan salon yang dibangun di kawasan komersial tiga lantai bernama Teras Srikandi. Teras Srikandi ini merupakan konsep symbiotic development, dimana penghuni dapat menikmati quality time, ngopi, hang out, dan lain sebagainya.

Menyoal alasan konsep etnik dan unsur heritage yang dipilih, Julius menyatakan, saat ini kebanyakan orang rindu dengan sesuatu yang tradisional. "Terlebih lagi, kedua unsur tersebut saat ini telah menjadi tren masyarakat kelas atas di Tanah Air," tambahnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minat Investasi Apartemen?...
Minat Investasi Apartemen? Simak Peluang Bisnisnya di Saat Pandemi
Distrik 1 Rampung, Meikarta...
Distrik 1 Rampung, Meikarta Mulai Topping Off di Area Distrik 2
Industri Properti Bangkit...
Industri Properti Bangkit di Semester Kedua
Industri Properti Bangkit...
Industri Properti Bangkit Dorong Industri Bahan Bangunan Bertumbuh
Katanya, Jangan Ngaku...
Katanya, Jangan Ngaku Sultan Kalau Belum Beli Apartemen Ini
Praktik Properti Berkelanjutan...
Praktik Properti Berkelanjutan di Indonesia, Apartemen Ini Kantongi Sertifikasi EDGE Zero Carbon
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved