Jelang Lebaran, Pahami Bedanya Pinjaman Bijak vs Utang Menjebak

Selasa, 14 Mei 2019 - 21:59 WIB
Jelang Lebaran, Pahami...
Jelang Lebaran, Pahami Bedanya Pinjaman Bijak vs Utang Menjebak
A A A
JAKARTA - Apakah baik berutang untuk memenuhi tingginya kebutuhan Lebaran? Untuk menjawab hal itu, perlu diketahui tentang perbedaan antara pinjaman bijak dengan utang buruk.

Faktanya, melakukan pinjaman seringkali sulit dihindari. Presiden Direktur Finmas, Peter Lydian, mengatakan ada banyak argumen yang mengemuka berkaitan dengan utang.

"Tidak mudah membedakan kedua hal ekstrem tersebut dan memilah apakah itu masuk dalam kategori utang baik atau utang buruk. Biasanya hal itu tergantung dari kondisi finansial pribadi atau faktor lainnya. Beberapa jenis utang dapat berarti positif bagi orang satu, namun bisa menjadi negatif bagi orang lain," terang Peter di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Meski begitu, secara umum Peter menyimpulkan, perbedaan penting pinjaman bijak dengan utang buruk terletak pada penggunaannya. Pinjaman bijak pada umumnya dipakai untuk membantu mengatur keuangan. Ini menjadi bagian dari upaya membangun kekayaan dalam jangka panjang dan masuk akal secara finansial.

Utang baik bisa disimpulkan dengan istilah kuno yakni "dibutuhkan uang untuk menghasilkan uang". Apabila pinjaman dibuat untuk membantu menghasilkan pendapatan dan meningkatkan nilai, itu dianggap sebagai hal positif atau pinjaman bijak.

"Contoh pinjaman bijak termasuk pinjaman rumah dimana Anda mampu untuk membayar pinjaman tersebut dan juga pinjaman pendidikan bagi mahasiswa yang termasuk investasi jangka panjang, dan dapat menyelesaikan masalah utama bagi para orang tua," jelas Peter.

Adapun utang buruk antara lain uang yang dipinjam melalui kartu kredit untuk hal-hal konsumtif dan impulsif, termasuk juga untuk liburan atau aset seperti mobil yang cenderung mengalami penurunan nilai.

Pinjaman bijak cenderung lebih terukur. Nilai pinjaman sebanding dengan potensi keuntungan serta dapat diperkirakan periode (tenor) dan jumlah utangnya. Alat ukur yang menjadi pembanding biasanya adalah penghasilan bulanan si peminjam. Biasanya untuk investasi lebih baik 30% (jumlah pinjaman) dari penghasilan. Investasi tidak selalu berkaitan dengan instrumen efek seperti saham, emas atau deposito. Membeli rumah pun menjadi bagian dari investasi.

Sebaliknya utang buruk cenderung sulit diukur dan tidak bisa diprediksi karena uang yang digunakan bukan untuk kepentingan produktif. Alhasil, peminjam terkena utang yang menjebak.

Berkaitan momen Lebaran, memahami peningkatan kebutuhan keuangan pada momen tersebut. Rata-rata untuk sesuatu yang bersifat konsumtif. Kebutuhan itu sebenarnya bisa dipenuhi karena bersifat terencana. Selain itu, juga ada tambahan uang lebih dari Tunjangan Hari Raya (THR).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang China Rp55 Triliun...
Utang China Rp55 Triliun Bisa Menjerat Pakistan Kapan Saja
China Kucurkan Utang...
China Kucurkan Utang Lebih dari Rp31,3 Triliun ke Pakistan
Pimpin Genk Negara Selatan,...
Pimpin 'Genk' Negara Selatan, China Iming-iming Utang Rp462 Triliun
3 Negara Eropa yang...
3 Negara Eropa yang Punya Utang Jumbo ke China, Rusia Teratas Tembus Rp2.112 Triliun
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam yang Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
7 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
8 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
8 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
8 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
9 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved