Harga Minyak Jatuh Karena Pasokan Minyak AS Meningkat 2,4 Juta Barel

Rabu, 22 Mei 2019 - 13:30 WIB
Harga Minyak Jatuh Karena...
Harga Minyak Jatuh Karena Pasokan Minyak AS Meningkat 2,4 Juta Barel
A A A
TOKYO - Harga minyak mentah turun pada Rabu (22/5/2019), setelah data industri menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Meski demikian, pasar menilai pasar minyak tetap ketat ditengah pengurangan produksi oleh OPEC Plus dan meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah.

Melansir dari Reuters, harga minyak mentah berjangka internasional, Brent turun 36 sen atau 0,5% menjadi USD71,82 per barel pada pukul 04:14 GMT. Harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) jatuh 49 sen atau 0,8% ke level USD62,64 per barel.

Turunnya harga minyak setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa pasokan minyak mentah AS naik 2,4 juta barel di pekan lalu, sehingga totalnya menjadi 480,2 juta barel. Kenaikan pasokan hingga 2,4 juta barel ini melampaui ekspektasi para analis sebesar 1,9 juta barel.

Sementara itu, Arab Saudi pada Rabu ini mengatakan meski melakukan pemangkasan produksi, tapi tetap berkomitmen untuk menjaga pasar minyak secara seimbang dan berkelanjutan.

Arab Saudi pada Senin awal pekan, menyerukan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu OPEC, Rusia, untuk tetap mempertahankan kesepakatan pemotongan produksi yang telah dimulai sejak Januari untuk mengurangi kelebihan pasokan global.

Karena pemotongan produksi, Bank of America Merrill Lynch mengatakan produksi minyak mentah oleh OPEC dan sekutunya turun 2,3 juta barel per hari (bph) antara November 2018 dan April 2019. Itu telah membantu mendorong kenaikan harga minyak mentah Brent lebih dari sepertiga sejak awal tahun.

Bank AS, Morgan Stanley memperkirakan harga minyak Brent akan diperdagangkan dalam kisaran USD75-USD80 per barel pada paruh kedua tahun ini, didorong oleh ketatnya pasokan.

Di luar fundamental pasar, para pedagang minyak mengamati ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengancam Iran dengan "kekuatan besar" jika menyerang kepentingan AS di Timur Tengah.

Pada hari Selasa, penjabat Sekretaris Pertahanan AS, Patrick Shanahan mengatakan ancaman dari Iran tetap tinggi. Ketegangan telah meningkat sejak Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap ekspor minyak Iran untuk memaksa Teheran menghentikan program nuklirnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Jatuh...
Harga Minyak Dunia Jatuh Terbebani Peningkatan Stok AS
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Menanjak di Tengah Pelonggaran Lockdown
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Bergelombang Pasca Libur Buruh
Harga Minyak Dunia Ambruk...
Harga Minyak Dunia Ambruk Saat Gelombang Kasus Baru Covid-19 Terus Bermunculan
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Loyo, Tapi Masih di Atas Level USD100 per Barel
Harga Minyak Naik Akibat...
Harga Minyak Naik Akibat Turunnya Persediaan Minyak Mentah AS
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
4 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
4 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
6 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
6 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
7 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved