Tarif Tak Menarik, Medco Enggan Ikuti Lelang WK Panas Bumi

Rabu, 14 Agustus 2019 - 16:30 WIB
Tarif Tak Menarik, Medco...
Tarif Tak Menarik, Medco Enggan Ikuti Lelang WK Panas Bumi
A A A
JAKARTA - Regulasi terkait tarif listrik pembangkit panas bumi yang dinilai masih belum menarik menjadi hambatan pengembangan salah satu sumber energi baru terbarukan tersebut di Indonesia.

Salah satu perusahaan pengembang energi panas bumi, Medco Energi, bahkan mengaku belum tertarik mengikuti lelang empat Wilayah Kerja (WK) panas bumi yang rencananya akan digear Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun ini, terkait aturan mengenai tarif yang ada.

Sejumlah WKP yang akan dilelang tersebut adalah WKP Telaga Ranu dengan cadangan 85 MW di Maluku Utara, WKP Sembalun 100 MW di Nusa Tenggara Barat, WKP Gunung Wilis 50 MW di Jawa Timur dan WKP Gunung Galunggung 160 MW di Jawa Barat.

"Lelang itu is one thing tapi lihat bagaimana sistem tarif itu nantinya akan diberlakukan," ujar Presiden Direktur Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro saat ditemui di acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2019 bertajuk "Making Geothermal the Energy of Today" di JCC, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Menurut dia dengan kondisi peraturan tarif listrik sekarang ini dipastikan pengembang panas bumi sulit merencanakan investasi. Regulasi tarif listrik yang tidak menguntungkan membuat Medco belum mempunyai target pengembangan wilayah baru.

"Kita belum bisa target, karena aturannya belum jelas sehingga kita belum bisa planning khusus. Tapi kalau ingin, kita ingin mengembangkan sebanyak mungkin karena hari ini dunia sedang menuju yang namanya energi transisi sehingga semua maunya renewable energy," kata Hilmi.

Sebab itu pihaknya berharap pemerintah membuat aturan tarif baru yang berpihak kepada investor sehingga pengembangan panas bumi lebih atraktif. Pasalnya kebutuhan investasi pengembangan panas bumi (pembangkit listrik tenaga panas bumi/PLTP) cukup besar.

"Investasi geothermal itu mencapai USD5 juta per megawatt (MW). Jadi kalau tarif terlalu rendah berat kita investasi. Makanya itu, tarif diberesin dulu," cetusnya.

Sebagai gambaran tarif listrik di PLTP Sarulla adalah sebesar USD6,9 sen per kWh berbeda dengan tarif di Sumatera Utara yang rata-rata USD10,2 sen per kWh. Artinya pengembang PLTP rata-rata hanya dihargai 60% dari harga listrik.

"Sebab itu kita minta supaya tarif itu di-link pada risiko di lapangan. Pengusaha itu sederhana kok, kasih kita return yang cocok pasti kita invest," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
Panas Bumi Punya Prospek...
Panas Bumi Punya Prospek Besar, Pengamat: Pemerintah Perlu Ambil Peran Lebih untuk Eksplorasi
Seabad Dipakai untuk...
Seabad Dipakai untuk Pembangkit Listrik, Ini Potensi Tersembunyi Panas Bumi
Ini Biang Kerok Pengembangan...
Ini Biang Kerok Pengembangan Panas Bumi Akan Begini-begini Aja
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
Meneropong Potensi Panas...
Meneropong Potensi Panas Bumi untuk Penguatan Pendapatan Daerah
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved