Lelang Blok Migas Sepi Peminat, Ini Alasan Pemerintah

Selasa, 27 Agustus 2019 - 15:50 WIB
Lelang Blok Migas Sepi...
Lelang Blok Migas Sepi Peminat, Ini Alasan Pemerintah
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyebutkan, hingga Agustus ini baru tiga blok minyak dan gas bumi (migas) yang telah laku dilelang. Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tiga blok migas tersebut adalah Blok Anambas dan Blok Selat Panjang yang merupakan hasil lelang tahap I serta yang terbaru, Blok West Ganal dari lelang tahap II.

"Untuk Blok West Ganal ini daerahnya easy code, karena LNG Bontang ada disitu, jadi sudah ada LNG plant-nya. Kami yakin dengan konsorsium ini mampu melakukan yang terbaik untuk pengelolaan West Ganal," ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di Jakarta, Selasa (27/8/2019). Tercatat, Blok West Ganal dimenangi oleh Konsorsium Eni Indonesia Limited-PT Pertamina (Persero)-Neptune Energy West Ganal B.V.

Sementara, untuk blok migas yang belum laku, Arcandra berdalih hal itu utamanya disebabkan karena waktu lelang yang kurang panjang. Arcandra meyakini bahwa jumlah blok migas yang laku dilelang akan terus bertambah, mengingat saat ini Pemerintah juga tengah menawarkan 4 blok migas di lelang tahap III.

Keempat blok tersebut adalah East Gebang di Sumatera Utara, West Tanjung I di Kalimantan Tengah, Belayan I di Kalimantan Timur dan blok Migas Cendrawasah VIII di Papua. Berdasarkan jadwal, penawaran lelang tahap III tahun 2019 saat ini berada pada tahap akses bid document yang dimulai sejak tanggal 26 Juli hingga 18 Oktober 2019.

Untuk pemasukan dokumen partisipasi akan dilaksanakan pada 18 Oktober 2019 hingga 25 Oktober 2019. Keyakinan ini bukan tanpa alasan, mengingat saat ini data migas telah transparan seiring telah diterbitkannya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data Minyak dan Gas Bumi.

"Kita sampaikan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) migas, apakah data yang kita miliki sudah cukup untuk digunakan sebagai bahan lelang. Kita perlihatkan dulu bahwa kita punya data segini, cukup atau tidak. Ini yang membedakan, kita terus permudah. Kita tidak mau lagi lelang tanpa data yang cukup bagi kontraktor," jelas Arcandra.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menambahkan, pemerintah optimistis dengan diterbitkannya Permen ini dapat mengundang sebesar-besarnya investasi di hulu migas. Pemerintah memberikan akses data kepada semua pihak yang membutuhkannya dengan akses yang sebesar-besarnya bagi pihak yang terdaftar menjadi anggota.

"Menjadi anggota berhak mendapatkan akses paket data pada penawaran Wilayah Kerja secara gratis serta mendapatkan paket data gratis untuk pemenang lelang. Sedangkan bagi bukan anggota, akses data diberikan terbatas hanya untuk data umum, data dasar, data olahan dan data interpretasi yang telah melewati masa kerahasiaan. Kemarin saat aplikasi ini dipresentasikan kepada kontraktor migas, mereka mengakui bahwa aplikasi data migas ini sangat membantu dalam melakukan pengelolaan data migas," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Investasi Hulu...
Jaga Investasi Hulu Migas, Kementerian ESDM Segera Lelang 10 WK Migas di Kuartal III
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Hulu Minyak dan Gas, Pemerintah Lelang 12 WK Migas
Hasil Lelang Wilayah...
Hasil Lelang Wilayah Kerja Jadi Sinyal Positif Investasi Migas RI
Investor Sambut Baik...
Investor Sambut Baik Perbaikan Term and Condition dalam Lelang WK Migas
Kementerian ESDM Bakal...
Kementerian ESDM Bakal Lelang 3 WK Migas Terminasi Akhir Tahun Ini
Pemerintah Lelang 8...
Pemerintah Lelang 8 WK Migas Tahap II 2021, Ini Daftarnya
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
59 menit yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
1 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
1 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
2 jam yang lalu
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
11 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved