Penerimaan Pajak Per Akhir November 2019 Baru 72,02% dari Target

Kamis, 19 Desember 2019 - 17:27 WIB
Penerimaan Pajak Per...
Penerimaan Pajak Per Akhir November 2019 Baru 72,02% dari Target
A A A
JAKARTA - Realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir November 2019 mencapai Rp1.312,4 triliun atau baru setara 73,5% dari target dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp1.786,4 triliun. Dengan hanya sisa satu bulan terakhir jelang tutup tahun, penerimaan negara melalui perpajakan masih mengalami kekurangan Rp474 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penerimaan perpajakan utamanya tertekan oleh Pajak Penghasilan (PPh) migas yang pertumbuhannya terkontraksi -11,5% dari periode yang sama tahun lalu. Penerimaan sektor ini tercatat sebesar Rp52,9 triliun padahal pada November 2018 mencapai 59,8 triliun.

"Ini disebabkan karena lifting migas yang rendah, harga minyak mentah juga dibawah asumsi, serta kurs Rupiah yang menguat dibandingkan asumsi. Ini sangat mempengaruhi PPh migas," ujar Menkeu di Kantor Kemenkeu, Jakarta, (19/12/2019).

Sementara itu penerimaan dari pajak non migas tercatat mencapai Rp1.083,3 triliun, atau setara 71,7% dari target yang sebesar Rp1.511,4 triliun. Pajak sketor ini tercatat tumbuh 0,6% dari realisasi tahun lalu yang sebesar 1.076,9 triliun. "Jadi untuk penerimaan pajak dari sektor non migas cukup baik di tengah gempuran pelemahan ekonomi global," imbunya.

Secara rinci, penerimaan pajak non migas terdiri dari PPh non migas sebesar Rp615,7 triliun atau tumbuh 0,6% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Lalu dari pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp441,2 triliun atau mengalami kontraksi -4,1% pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp20,4 triliun yang tumbuh 8,9%, serta pajak lainnya sebesar Rp6 triliun atau terkontraksi -9,2%.

Kemudian penerimaan perpajakan juga berasal dari bea dan cukai sebesar Rp176,2 triliun hingga akhir November, atau mencapai 84,4% dari target di APBN yang sebesar Rp208,8 triliun. Realiasi ini juga tercatat tumbuh 8,9% dari periode tahun lalu yang sebesar Rp164,9 triliun.

Secara rinci, penerimaan dari cukai sebesar Rp139,5 triliun, yang tercatat tumbuh 13,1% dari realiasi tahun lalu. Sedangkan dari bea masuk sebesar Rp33,6 triliun yang turmbuh terkontraksi -5% dan bea keluar sebesar Rp3,2 triliun yang pertumbuhannya terkontraksi dalam -48,5%.

"Jadi dari penerimaan bea cukai, mayoritas hanya dari cukai yang tumbuhnya dobel digit, jauh lebih tinggi dari bea masuk dan keluar yang pertumbuhannya terkontraksi," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rasio Pajak Dipatok...
Rasio Pajak Dipatok 8,25% Tahun Depan, Terendah Sejak 2010
Target Penerimaan Pajak...
Target Penerimaan Pajak 2026 Tembus Rp2.692 Triliun, Ekonom: Bisa Jadi Pedang Bermata Dua
Penerimaan Pajak Seret...
Penerimaan Pajak Seret hingga Oktober, Realisasi Baru 70,2% dari Target 2025
APBN Punya Penyakit...
APBN Punya Penyakit Dalam, Ekonom Didik Rachbini Sebut Indonesia Mujur Disayang Tuhan
Penerimaan Negara Lesu,...
Penerimaan Negara Lesu, Defisit APBN Semester I 2025 Melebar Jadi Rp204,2 Triliun
Defisit APBN Melebar,...
Defisit APBN Melebar, Pengamat: Kurangi Belanja Enggak Penting
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Per Juli 2024, Pemerintah...
Per Juli 2024, Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp266,3 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved