Omnibus Law, Antara Harapan Tarik Investasi dan Sentralistik

Selasa, 07 Januari 2020 - 18:49 WIB
Omnibus Law, Antara...
Omnibus Law, Antara Harapan Tarik Investasi dan Sentralistik
A A A
JAKARTA - Omnibus Law yang tengah digagas oleh pemerintah memiliki dua sisi yakni harapan dapat menarik investasi lewat penyederhanaan aturan, serta berubahnya tantanan menjadi sentralistrik. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho mengungkapkan, kebijakan yang berjalan tidak lagi menjadi desentralisasi dengan memberikan kewenangan daerah tetapi mengikat menjadi kembali sentralistik.

"Kebijakan akan terasa mengarah pada top-down dibandingkan bottom-up.Ini terlihat dari beberapa kewenangan daerah akan dicabut," ujar Andry di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Lebih lanjut terang dia, tentu tidak hanya kewenangan daerah, bahkan beberapa kewenangan setingkat menteri yang digambarkan melalui Peraturan Menteri dan perizinan dengan persetujuan Menteri akan digantikan menjadi Peraturan Pemerintah (PP). "Hal tersebut memiliki dua implikasi, di satu sisi biaya dalam pengambilan kebijakan akan terasa lebih murah dan cepat," ungkapnya.
(Baca Juga: Omnibus Law, Pengamat Beri Catatan Lemahnya Perencanaan Investasi)
Namun di sisi lain, sambung Ia melanjutkan, akan terjadi kesewenangan karena tidak ada kontrol lain yang terlibat selain pengambil kebijakan yaitu pemerintah pusat. "Lebih-lebih moral hazard bisa saja terjadi, jika saja hal ini tidak dibuka ke publik. Akan menjadi preseden buruk jika publik hanya menganggap inisiatif tersebut hanya melenggangkan kepentingan segelintir pengusaha dengan agenda-agendanya," tutur Andry.

Omnibus law sendiri merupakan alat merampingkan banyak aturan menjadi satu undang-undang yang juga akan menghapus banyak regulasi dan mengurangi jumlah regulasi. Akan tetapi diingatkan banyak kelompok yang tidak terpapar informasi secara maksimal akhirnya tidak tahu prosesnya seperti apa, padahal omnibus law ini akan terikat juga pada seluruh warga negara Indonesia.

Aturan bukanlah obat segalanya. Regulasi hanyalah tahap pertama dari tahap lain dalam menyelesaikan masalah investasi di Indonesia. Untuk itu, pemerintah DIMINTA harus memiliki strategi khusus dalam melaksanakan regulasi itu. Seperti diterangkan peneliti Indef, Ariyo DP Irhamna bahwa selama ini pemerintah, menurutnya hanya fokus terhadap hilir (realisasi investasi) namun sayangnya masih sangat lemah di hulu (perencanaan investasi).

Sehingga, lanjut Ariyo, dalam Omnibus Law ini perlu juga memasukkan aturan yang memperkuat BKPM dalam perencanaan investasi. "Secara umum, izin investasi terhambat banyak di izin lokasi dan izin teknis, contohnya izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) untuk proyek investasi Lapangan Geothermal Hululais. Izin-izin teknis seperti itu memang memerlukan waktu yang tidak bisa cepat," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Omnibus Law Dinilai...
Omnibus Law Dinilai Bisa Memangkas Regulasi dan Perbaiki Iklim Investasi
Omnibus Law Bikin Izin...
Omnibus Law Bikin Izin Investasi Makin Gampang, Hanya Perlu Selembar Kertas
IMF: Omnibus Law Kurangi...
IMF: Omnibus Law Kurangi Hambatan Investasi di Indonesia
Empat Mukjizat Omnibus...
Empat 'Mukjizat' Omnibus Law Versi Bahlil
Omnibus Law Disahkan,...
Omnibus Law Disahkan, Bos BI: Investasi Meroket
Izin Ruwet Investasi...
Izin Ruwet Investasi Macet, Disapu Pakai Omnibus Law
Berita Terkini
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
22 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
59 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
1 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
13 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved