IMF: Omnibus Law Kurangi Hambatan Investasi di Indonesia

Sabtu, 09 Januari 2021 - 04:04 WIB
loading...
IMF: Omnibus Law Kurangi...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) menyatakan omnibus law tentang penciptaan lapangan kerja seharusnya membantu mengurangi hambatan bagi investasi penciptaan lapangan kerja baru dan meningkatkan produktivitas.

"Penerapan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia akan memperkuat manfaat perdagangan bagi Indonesia," kata tim IMF Thomas Helbling dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (8/1/2021).

(Baca juga: Kemarin Turun Ceban, Hari Ini Harga Emas Merosot Lagi Rp2.000 )

Standar tata kelola yang berkualitas tinggi dalam pengaturan regulasi saat mengimplementasikan omnibus law harus dipertahankan. Di sisi lain, kebijakan proaktif Indonesia dalam menangani masalah perubahan iklim dapat lebih menekankan pada ekonomi yang lebih hijau.

"Pada saat yang sama, kemajuan dalam pemantauan dan pelaksanaan rencana adaptasi ke arah peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim akan dibutuhkan, mengingat tingginya keterpaparan Indonesia terhadap bahaya alam terkait," sebut Hebling.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Airlangga Blak-blakan...
Airlangga Blak-blakan Soal Alasan Pemerintah Revisi UU Cipta Kerja
Tungku Smelter Meledak...
Tungku Smelter Meledak di Morowali, Asosiasi Serikat Pekerja Sentil UU Omnibus Law
Pengusaha Ungkap Implementasi...
Pengusaha Ungkap Implementasi UU Ciptaker Hadirkan Tumpang Tindih Regulasi
Respons Positif UU Kesehatan,...
Respons Positif UU Kesehatan, Lippo Group Dorong Pemerataan Kualitas Layanan
Pengamat Sebut Heboh...
Pengamat Sebut Heboh Omnibus Law Kesehatan Tak Berdampak ke Pasar Modal
Regulasi Lebih Ramping...
Regulasi Lebih Ramping dengan Omnibus Law BUMN, Erick Thohir: Banyak Aturan Bikin Muter-muter
Pergerakan Advokat Usulkan...
Pergerakan Advokat Usulkan Omnibus Law Pembangunan Berkelanjutan dan Teknologi
Soal Wacana Revisi UU...
Soal Wacana Revisi UU Politik Lewat Omnibus Law, KPU: Kita Taat Konstitusi
Prabowo Bubarkan Satgas...
Prabowo Bubarkan Satgas Percepatan Sosialisasi UU Ciptaker
Rekomendasi
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved