Fluktuasi Harga Minyak Dunia Picu Anjloknya Laba Pertamina 2019

Senin, 03 Februari 2020 - 15:45 WIB
Fluktuasi Harga Minyak...
Fluktuasi Harga Minyak Dunia Picu Anjloknya Laba Pertamina 2019
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba bersih belum diaudit sepanjang 2019 sebesar USD2,1 miliar atau sekitar Rp28,56 triliun (asumsi kurs Rp13.600 per dolar AS). Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018 sebesar USD2,4 miliar atau sekitar Rp34 triliun.

“Sebagai catatan, angka pada 2019 tersebut adalah angka prognosa kami yang belum diaudit. Jadi masih banyak asumsi maupun diskresi yang belum masuk dalam proses audit,” ujar Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko Pertamina Heru Setiawan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Menurut dia, laba bersih tersebut didapat dari prognosa pendapatan perusahaan pada 2019 sebesar USD52,4 miliar. Adapun pendapatan tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018 sebesar USD57,9 miliar.

Begitu juga dengan EBITDA perusahaan pada 2019 diperkirakan sebesar USD8,2 miliar turun dari tahun 2018 sebesar USD9,2 miliar. “Sementara total aset juga mengalami penurunan dari USD64,7 miliar pada 2018 menjadi USD63,8 miliar pada 2019,” kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa penyebab turunnya kinerja keuangan perusahaan tersebut salah satunya disebabkan karena fluktuasi harga minyak dunia sehingga berpengaruh terhadap rata-rata harga acuan minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP).

Adapun ICP pada 2019 USD62,3 per barel lebih rendah dibandingkan ICP tahun 2018 sebesar USD67,5 per barel. “Dari sisi finansial, asumsi maupun realisasi ICP sangat sensitif sehingga berpengaruh terhadap capaian perusahaan,” sebutnya.

Heru menjelaskan bahwa pendapatan perusahaan tahun lalu kontribusi paling besar ditopang dari sektor hilir. Sementara kinerja di sektor hulu justru mengalami penurunan. Dalam kurun waktu 2018-2019 terjadi penurunan produksi gas mencapai sekitar 20.000 barel per hari (bph).

“Kondisi tersebut berbeda dengan 2017-2018 produksi migas mengalami peningkatan 14%. Sementara pada 2018-2019 terjadi penurunan 20 ribu bph dari produksi gas. Jadi memang terjadi penurunan produksi,” bebernya.

Di sisi hilir, pendapatan Pertamina tahun lalu disokong dari penjualan produk bahan bakar minyak (fuel) dan non BBM (non fuel). Untuk penjualan BBM dari tahun 2018 sebesar 67 juta kiloliter (kl) meningkat menjadi 70 juta kl pada 2019.

Sementara untuk penjualan non BBM seperti gas elpiji dan petrokimia sepanjang 2018 sebanyak 16 juta kl meningkat sebesar 17 juta kl pada 2019 lalu.

“Dari sisi BBM penugasan jenis premium tahun lalu kami berupaya mengalihkan ke pertalite dari 44% meningkat menjadi 55%. Ini seiring dorongan pemerintah agar mengendalikan belanja negara berupa penugasan dikonversi menjadi lebih komersil,” kata dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Anjlok,...
Harga Minyak Anjlok, Pertamina Siapkan Dua Skenario Penjualan Migas
Pertamina Tegaskan Tidak...
Pertamina Tegaskan Tidak Turunkan Harga BBM
Pertamina, BUMN Penghasil...
Pertamina, BUMN Penghasil Inovasi Produk Bernilai Tinggi
Optimis! Pertamina Targetkan...
Optimis! Pertamina Targetkan Laba Bersih Rp28 Triliun Tahun Ini
Kilang Banyak yang Sudah...
Kilang Banyak yang Sudah Sepuh, Pertamina Genjot Modernisasi
Kejagung Tahan 2 Tersangka...
Kejagung Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved