Rencana Lelang Wilayah Kerja Migas Masih Dievaluasi

Kamis, 20 Februari 2020 - 16:16 WIB
Rencana Lelang Wilayah...
Rencana Lelang Wilayah Kerja Migas Masih Dievaluasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah sedang melakukan evaluasi sejumlah wilayah kerja minyak dan gas bumi yang akan di lelang tahun ini dengan menggunakan dua skema kontrak bagi hasil yakni gross split dan cost recovery (production sharing contract/PSC).

Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2020 akan dilelang 12 WK Migas terdiri dari 10 WK konvensional dan dua WK non konvensional.

“Rencana lelang secara teknis masih dalam tahap evaluasi internal. Nanti kita lihat seperti apa yang layak untuk segera dilaksanakan,” ujar Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas pada Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Mustafid, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Menurut dia, setelah tahap evaluasi selesai kemudian akan dilaporkan kepada Menteri ESDM supaya lelang WK migas tahun ini dapat disetujui. Pihaknya berharap lelang wilayah kerja migas pada kuartal I/2020 namun masih menunggu arahan dari Menteri ESDM Arifin Tasrif.

“Kami masih menunggu arahan pimpinan. Target kita paling tidak 10 wilayah kerja konvensional terlebih dulu. Untuk non konvensional nanti kita lihat potensinya karena memang karakternya berbeda,” ungkapnya.

Pihaknya optimistis penerapan fleksibilitas kontrak mampu meningkatkan investasi hulu migas di dalam negeri. Dia pun mengaku, rencana penerapan dua skema kontrak migas mendapatkan respon positif dari pelaku industri. “Kami berharap melalui dua skema ini dapat menarik lebih banyak investor. Sejauh ini respon kontraktor cukup bagus,” ungkapnya.

Sebelumnya sejumlah pelaku industri hulu migas mendukung langkah pemerintah memberikan keleluasaan bagi investor untuk memilih dua opsi skema kontrak baik itu cost recovery maupun gross split. Fleksibilitas skema kontrak dalam penawaran lelang wilayah kerja diharapkan mampu mendorong investasi hulu migas.

Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Azi Alam mengatakan, kelonggaran pemilihan skema kontrak antara cost recovery atau gross split penting bagi investor. Apalagi tidak semua lapangan migas mempunyai pendekatan yang sama dalam realisasinya.

“Kami menyambut baik dibukanya dua opsi baik itu gross split maupun cost recovery, karena setiap lapangan mempunyai karakter yang berbeda-beda. Sehingga approach terhadap pengembangan juga harus disesuikan risikonya,” ujar dia.

Dukungan penerapan fleksibilitas kontrak tersebut juga disampaikan Direktur Utama Medco Hilmi Panigoro. Pihaknya beranggapan penerapan dua skema kontrak investor hulu migas akan lebih leluasa memilih mekanisme kontrak di setiap lapangan migas sehingga diyakini dapat meningkatkan investasi di sektor hulu migas.

Namun supaya lebih menarik investasi lagi, pihaknya menyarankan diterapkan kombinasi syarat komersil supaya lebih kompetitif bagi industri hulu migas. Adapun penerapan kombinasi syarat komersil tersebut dapat diberikan melalui split bagi hasil, perpajakan dan sebagainya.

Menurut dia, pertimbangan terkait kompetitif bagi pelaku industri hulu migas itu telah dilakukan oleh negara-negara lain. Pasalnya kompetitif menjadi syarat utama keberlangsungan industri hulu migas. Sebab itu, kata dia, pemerintah wajib mempelajari perbandingan skema kontrak bagi hasil dengan negara lain. “Setelah itu, tentukan kombinasi parameter yang lebih baik dari negara-negara kompetitor kita,” kata dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Direstui Pemerintah,...
Direstui Pemerintah, Blok Corridor Resmi Gunakan Cost Recovery
Tarik Investor Migas,...
Tarik Investor Migas, Kementerian ESDM Pangkas Perizinan
Jaga Investasi Hulu...
Jaga Investasi Hulu Migas, Kementerian ESDM Segera Lelang 10 WK Migas di Kuartal III
Awal 2021, Investasi...
Awal 2021, Investasi Hulu Migas Ngegas Tipis
Menteri ESDM Jawab Pernyataan...
Menteri ESDM Jawab Pernyataan Luhut Soal Investasi Hulu Migas Mandek 30 Tahun
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Hulu Minyak dan Gas, Pemerintah Lelang 12 WK Migas
Berita Terkini
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
13 menit yang lalu
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
51 menit yang lalu
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
52 menit yang lalu
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
2 jam yang lalu
Hindari Risiko Kerusakan...
Hindari Risiko Kerusakan Barang, Ini 7 Tips Packing dari J&T Cargo
2 jam yang lalu
Gelar RUPS Luar Biasa,...
Gelar RUPS Luar Biasa, Brigit Biofarmaka Teknologi Bahas Penyesuaian Klasifikasi Usaha
2 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved