Masyarakat Diminta Waspada Penipuan Penjualan Online Alat Kesehatan

Jum'at, 27 Maret 2020 - 16:38 WIB
Masyarakat Diminta Waspada...
Masyarakat Diminta Waspada Penipuan Penjualan Online Alat Kesehatan
A A A
JAKARTA - Di tengah kesulitan mendapatkan alat kesehatan, angka penipuan di marketplace mengalami peningkatan. Data marketplace menunjukkan bahwa di bulan-bulan belakangan seiring dengan berkembangnya pandemi Covid-19 dan makin banyaknya masyarakat yang tinggal di rumah, terjadi peningkatan pelaporan penipuan.

Di Tokopedia, ribuan merchant menjual berbagai alat kesehatan dengan harga tak wajar, dengan membuat harga, judul, dan deskripsi, yang mengeksploitasi wabah virus corona (Covid-19). Ribuan merchant Tokopedia yang melanggar itu akhirnya ditutup, setelah ada imbauan dari Kominfo.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan, untuk mengantisipasi kasus-kasus penipuan di marketplace, Kominfo sudah melakukan pertemuan dengan marketplace, dan bersyukur marketplace sudah melakukan tindakan dengan menutup ribuan merchant. Tindakan itu ternyata sudah dilakukan sebelum Kominfo memanggil marketplace.

Semuel menegaskan, sangat tidak elok di tengah kondisi pandemi justru harga harga alat kesehatan melonjak. Tindakan marketplace seperti Bukalapak menutup akun penjual yang menawarkan harga alat kesehatan tidak normal, dinilai positif. "Tindakan penutupan itu positif dan itu bukan hanya di Indonesia, di Amerika juga dilakukan, dilakukan Amazon memblok penjua. Tidak elok di saat sulit justru bertindak seperti itu," ujar Semuel.

Ia berharap, masyarakat juga lebih hati-hati. Jika memungkinkan, lakukan perbandingan harga, dan juga mencari produk seperti masker di apotik-apotik, atau aplikasi yang spesifik untuk kesehatan.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CCORE) Indonesia Piter Abdullah juga mewanti-wanti agar masyarakat lebih hati-hati dalam berbelanja daring. Konsumen juga dharapkan benar-benar mencermati setiap prosedur saat berbelanja, agar tidak dirugikan.

Pasalnya, di tengah wabah Covid-19, dimana masyarakat membutuhkan banyak alat kesehatan untuk melindungi diri dan keluarga, muncul pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan penipuan memanfaatkan kepanikan.

Modus penipuan beragam, termasuk melalui pengiriman barang bodong dan juga melalui phising. Phising menjadi salah satu andalan penipu di tengah timbulnya permintaan tinggi dan kepanikan masyarakat untuk mencari alat kesehatan. Diketahui, melalui phising seorang peretas bisa menjebak untuk memberikan data-data penting secara tanpa disadari melalui jaringan internet, yang berujung peretasan.

Jenis phising yang paling populer dan kerap digunakan adalah clone phishing. Pada phising jenis ini, serangan dilakukan dengan melalui surat elektronik yang terlihat resmi dan mengandung attachment di dalamnya. Attachment ini kemudian digunakan untuk mengambil data dari si korban untuk kemudian dikirimkan lagi ke tempat yang diinginkan oleh si pelaku.

Jenis phising yang belakangan marak terjadi di marketplace Indonesia menggunakan pendekatan social engineering. Menyadari kesulitan masyarakat membeli alat kesehatan, peretas memanipulasi korban untuk meng-klik suatu tautan yang dikirim melalui direct message, Whatsapp atau SMS. Peretas biasanya memberikan alasan bahwa terjadi kesalahan di sistem atau pesanan tercatat berulang. Tautan di luar sistem marketplace itulah yang nantinya akan meminta data-data pribadi atau bahkan lebih parah, data finansial korban.

Piter menjelaskan, untuk mengurangi penipuan di perdagangan online memang tidak mudah. Menghilangkan sama sekali rasanya tidak mungkin. Karena itu, ia mendorong agar marketlpace lebih gencar meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang bagaimana belanja online secara aman.

"Salah satunya hanya belanja online di marketplace yang sudah teruji dan kredible serta pergunakan sistem yang mereka punya," ujar Piter kepada media, Jumat (27/3/2020).

Piter menambahkan agar konsumen jangan mau dipancing bertransaksi atau menyerahkan data-data di luar sistem, meskipun bertemu seller di marketplace. Selain sosialisasi edukasi, tak kalah penting, pemerintah juga menata regulasi tentang perizinan dan pengawasan terhadap mereka yang melakukan penjualan secara online. Mereka yang akan menjual sesuatu secara online hendaknya terdaftar dan diawasi.

Langkah selanjutnya meningkatkan peran lembaga perlindungan konsumen untuk menampung pengaduan korban penipuan perdagangan online. Market place juga harus bertanggung jawab apabila terjadi penipuan oleh salah satu lapak atau penjual yang ada di marketplace yang mereka kelola.

"Semua praktik tak wajar termasuk menjual diharga di atas harga pasar memanfaatkan situasi seperti wabah corona seharusnya menjadi bagian yang diawasi dan dicegah oleh pengelola marketplace di bawah pengawasan pemerintah," tegas Piter.

VP of Corporate Communication Tokopedia Nuraini Razak mengklaim sudah menutup ribuan toko yang mengeksploitasi dampak Covid-19, terutama ketegori kesehatan. Tokopedia juga membuka pengaduan atau laporan dari masyarakat yang nantinya secara berkala akan ditinjau atau review.

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menambahkan bahwa Bukalapak terus melakukan pengawasan dan penindakan atas toko online atau pelapak yang menjual barang dengan harga tidak wajar. Hingga Senin (23/3), ia mengaku telah menindak tegas pelapak yang melakukan praktik penjualan masker dan hand sanitizer di luar harga batas wajar.

"Kami sudah menindak tegas pelapak kami yang mengambil keuntungan yang tidak wajar dalam kondisi ini. Kami akan terus memantau, memonitor situasi ini, dan melanjutkan tindakan yang tegas tersebut jika diperlukan," ucap Rachmat.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
InsightBuzz Bantu Optimalkan...
InsightBuzz Bantu Optimalkan Penjualan di Marketplace
Waspada, Penipuan Penjualan...
Waspada, Penipuan Penjualan Mobil Klasik Berkeliaran di Marketplace
Mudahkan Belanja Online,...
Mudahkan Belanja Online, Website Ini Punya Fitur 'Meraup Rupiah'
Saat Masa Sulit karena...
Saat Masa Sulit karena COVID-19, Ada Peluang Bisnis Fashion Online
Terjun ke Bisnis Online,...
Terjun ke Bisnis Online, Pesinetron Buka Lapak di Shopee
Supaya Nggak Zonk, Simak...
Supaya Nggak Zonk, Simak Nih Tips Belanja Online dengan Aman
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Masyarakat Wajib Waspada...
Masyarakat Wajib Waspada Belanja di Platform Social Commerce
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved