Sumbar seriusi pengelolaan energi panas bumi

Senin, 24 September 2012 - 15:42 WIB
Sumbar seriusi pengelolaan...
Sumbar seriusi pengelolaan energi panas bumi
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) mencari energi alternatif listrik untuk mengurangi kebutuhan minyak dan air dengan cara melakukan kerjasama dengan PT Supreme Energy Muara Laboh (PT SEML) di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Liki Pinangawan.

Keduanya melakukan pemboran perdana sumur eksplorasi ML-A1 pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) itu pada 21 September, dikerjakan, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

"Salah satu pemecahan permasalahan tersebut diupayakan dengan program diversikasi energi, sumber energi baru yang berfungsi sebagai sumber energi alternatif panas bumi," ungkap Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Senin (24/9/2012).

Secara hipotetik, saat ini diperkirakan energi panas bumi sebesar 1.890 megawatt (mw), potensi tersebut tersebar di 16 lapangan sumber panas bumi, di mana empat lokasi telah ditetapkan menjadi WKP Liki Pinangawan Muaro Laboh Kabupaten Solsel, WKP Panas Bumi Bukit Kili Kabupaten dan Kota Solok, WKP Gunung Talang Kabupaten Solok, WKP Panas Bumi Bonjol Kabupaten Pasaman.

"Ini apresiasi kepada PT Supreme Energy Muaro Laboh, atas investasi yang telah dilakukan dalam pengembangan pemanfaatan potensi daerah Sumatera Barat," ujarnya.

Pengeboran pengambilan panas bumi di Solsel ini, juga diperkirakan tidak akan terjadi seperti Lapindo, karena ini pengambilan panas bumi di daerah bebatuan, sehingga kemungkinan seperti tidak akan terjadi.

"Pemanfaatan Panas Bumi sebagai energi baru dalam memberikan ketersediaan listrik, yang aman, bersih bersifat kelanjutan, menjaga kelestarian alam, sehingga menjamin ketersedian secara kontinu," ujarnya.

Saat ini kebutuhan energi listrik semakin meningkat, sementara fakta menunjukan di sisi supply, pasokan energi listrik tidak menunjukan pertambahan yang signifikan, mengingat sumber daya listrik yang bersumber dari BBM semakin berkurang.

"Berdasarkan data saat ini, kapasitas daya listrik di Sumbar sebesar 453 mw dan pada kondisi kemarau turun hingga 40 persen. Sedangkan pada saat beban puncak dibutuhkan daya sebesar 430 mw, sehingga sering terjadi kekurangan daya listrik pada beban puncak tersebut," jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
Skema Insentif Kompensasi...
Skema Insentif Kompensasi Eksplorasi Panas Bumi Disusun Demi Investasi
Garap Harta Karun Energi...
Garap Harta Karun Energi di Jantung Indonesia, PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis
Berpengalaman Hampir...
Berpengalaman Hampir 50 Tahun, PGE Dapat Dukungan Jadi Induk BUMN Panas Bumi
Meneropong Tantangan...
Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
Indonesia Kuasai Cadangan...
Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
44 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
2 jam yang lalu
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved