IPIM luncurkan ETF berbasis IDX30
Rabu, 10 Oktober 2012 - 18:21 WIB
IPIM luncurkan ETF berbasis IDX30
A
A
A
Sindonews.com - PT Indo Premier Investment Management (IPIM) meluncurkan reksa dana Exchange Trade Fund (ETF) IDX30 pada akhir Oktober 2012. Sebelumnya, perseroan telah memiliki ETF yang berbasis indeks LQ45.
Menurut Presiden Direktur Indo Premier John D Item, kondisi pasar yang berubah-ubah dengan cepat membuat investor membutuhkan suatu produk yang relatif lebih mudah diprediksi daripada memprediksi, fleksibel, dan cepat untuk dieksekusi serta dapat diakses di mana saja.
"Kami melihat bahwa pasar ETF akan potensial. Selama ini banyak yang salah persepsi dan menganggap ETF tidak likuid, padahal EFT lebih likuid dari reksa dana dan lebih aman," katanya, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Sebelumnya, IPIM melakukan penandatanganan perjanjian lisensi untuk penggunaan Indeks IDX30 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
John menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses penggunaan Indeks IDX30 sebagai benchmark (basis acuan) produk Excange Trade Fund (ETF).
"Dalam kondisi pasar yang berubah-ubah dengan cepat, investor membutuhkan suatu produk yang relatif lebih mudah diprediksi, fleksibel dan cepat untuk dieksekusi," terang John.
Menurut Presiden Direktur Indo Premier John D Item, kondisi pasar yang berubah-ubah dengan cepat membuat investor membutuhkan suatu produk yang relatif lebih mudah diprediksi daripada memprediksi, fleksibel, dan cepat untuk dieksekusi serta dapat diakses di mana saja.
"Kami melihat bahwa pasar ETF akan potensial. Selama ini banyak yang salah persepsi dan menganggap ETF tidak likuid, padahal EFT lebih likuid dari reksa dana dan lebih aman," katanya, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Sebelumnya, IPIM melakukan penandatanganan perjanjian lisensi untuk penggunaan Indeks IDX30 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
John menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses penggunaan Indeks IDX30 sebagai benchmark (basis acuan) produk Excange Trade Fund (ETF).
"Dalam kondisi pasar yang berubah-ubah dengan cepat, investor membutuhkan suatu produk yang relatif lebih mudah diprediksi, fleksibel dan cepat untuk dieksekusi," terang John.
(gpr)
Lihat Juga :