Bahas pinjaman, K/L dan DPR dijadwalkan bertemu

Selasa, 09 April 2013 - 18:33 WIB
Bahas pinjaman, K/L...
Bahas pinjaman, K/L dan DPR dijadwalkan bertemu
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan, Agus Martowardojo mengatakan, dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR akan dibahas jadwal pertemuan antara Kementerian Lembaga (K/L) dengan seluruh DPR untuk membahas pinjaman luar negeri yang terangkum dalam RAPBN 2014.

"Yang tadi mendapatkan persetujuan adalah jadwal pembahasan antara seluruh K/L dengan seluruh Komisi I sampai dengan Komisi XI untuk membahas subsidiary loan agreement atau pinjaman-pinjaman yang diberikan oleh kreditur kepada pemerintah Indonesia dalam hal ini BUMN atau Pemda," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Agus juga mengungkapkan, selama ini pihaknya mendapatkan keluhan dari para kreditur asing karena proses persetujuan subsidiary loan agreement (SLA) yang terlalu lama dan dikhawatirkan mengganggu pembangunan Indonesia.

"Kita mendapatkan keluhan dari kreditur-kreditur misalnya World Bank, ADB, IDB karena pinjaman-pinjaman yang diberikan mereka melewati proses persetujuan yang terlalu lama, bahkan sudah melewati waktu yang kritis dan akhirnya tidak bisa dicairkan pada tahun berjalan. Nah hal ini tentu menjadi keluhan mitra kerja kita dan juga nanti dikhawatirkan akan menghalangi pembangunan Indonesia," katanya.

Dia menambahkan, di bulan Agustus rapat pembahasan RAPBN 2014 akan kembali dibahas dengan seluruh komisi di DPR sehingga apabila ada pinjaman yang bersifat SLA akan dibahas di forum dan diharapkan pada bulan Oktober dinyatakan utuh oleh sidang paripurna DPR sehingga diharapkan realisasi pembangunan akan lebih baik.

"Tadi disepakati bahwa di periode tertentu di bulan Agustus akan dijadwalkan sehingga nanti semua komisi terkait dengan K/L terkait akan membahas kalau seandainya perlu ada pinjaman dalam kategori subsidiary loan agreement itu akan dibahas dan akan disetujui di forum itu," jelas Agus.

Dia berharap apabila pada Oktober APBN 2014 disetujui oleh sidang paripurna DPR, maka tidak ada lagi anggaran yang tertahan sehingga realisasi pembangunan akan lebih baik.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Bukan Prioritas, Pemerintah...
Bukan Prioritas, Pemerintah Diminta Stop Dulu Berutang untuk Biayai Infrastruktur
Utang Pemerintah Masih...
Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya
Terungkap! Utang Pemerintah...
Terungkap! Utang Pemerintah Separuh Lebih dari Pinjaman Asing
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Utang Luar Negeri RI...
Utang Luar Negeri RI Melambat di Bulan Juli Bukan Kabar Baik, Kok Bisa?
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
7 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
8 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
9 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
10 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
10 jam yang lalu
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
10 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved