Davomas terancam delisting

Senin, 16 September 2013 - 15:53 WIB
Davomas terancam delisting
Davomas terancam delisting
A A A
Sindonews.com - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen menyatakan, satu emiten yang terancam dihapus (delisting) dari papan perdagangan dalam waktu dekat. Emiten tersebut adalah PT Davomas Abadi Tbk (DAVO).

Hoesen mengatakan, rencana BEI mendepak emiten tersebut lantaran telah lama masuk daftar perusahaan yang perdagangan sahamnya dihentikan sementara (suspensi). Diakuinya, pihaknya saat ini masih akan menunggu proses hukum yang dijalani emiten tersebut.

"Skenario terburuknya sudah jelas, yaitu delisting. Apalagi DAVO suspensinya sudah lama," kata Hoesen di Gedung BEI, Senin (16/9/2013).

Ancaman delisting emiten ini diharapkan bisa menjadi perhatian bagi emiten lain yang terdaftar di BEI agar lebih tertib dalam melaksanakan kewajibannya dalam hal penyampaian laporan keuangan dan penyelesaian pembayaran kewajiban perusahaan, seperti pembayaran utang obligasi atau utang lainnya.

Dalam waktu bersamaan, diakui Hoesen, pihaknya juga tengah serius mengawasi PT Bakrie Development Tbk (ELTY). Untuk ELTY, lanjut Hoesen, pihaknya masih akan menunggu proses sidang yang baru akan dimulai terkait status gagal bayar obligasi perseroan, sehingga membawa emiten grup Bakrie ini pada status suspensi.

Biasanya, kata Hoesen, status suspensi akan lebih cepat dicabut jika suspensi itu dipicu oleh masalah operasional perusahaan. Tapi, untuk kasus yang menyinggung hukum seperti kepailitan, maka pencabutan suspensi dipastikan akan membutuhkan waktu lebih lama.

Terkait perkara yang menimpa ELTY, bila emiten yang bersangkutan resmi dinyatakan pailit, maka delisting bisa segera dilaksanakan. Tapi, kalau sidang kepailitan menghasilkan putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), maka delisting bisa dibatalkan dan saham emiten tersebut bisa kembali diperdagangkan.

"Intinya, kami tidak pernah delisting saat perkara sedang bergulir. Kalau sudah clear masalahnya baru delisting. Tapi, kalau tidak ada kasus atau tuntutan, namun emitennya sudah tidak memiliki arah bisnis, ya bisa di-delisting. Sekarang, masalah DAVO juga sudah diproses OJK," pungkas Hoesen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Air Asia X Terancam...
Air Asia X Terancam Didepak dari Bursa Malaysia, Gimana Nasib Bisnisnya di RI?
BEI Tak Akan Buru-buru...
BEI Tak Akan Buru-buru Depak Emiten yang Dinyatakan Pailit
Berniat Hengkang dari...
Berniat Hengkang dari Bursa, BEI Panggil Emiten Jalan Tol Milik Salim
Saham Berpotensi Delisting,...
Saham Berpotensi Delisting, Begini Respons Bos Sritex
BEI Umumkan Potensi...
BEI Umumkan Potensi Delisting Garuda Indonesia, Ini Sebabnya
Wamen BUMN Sebut Delisting...
Wamen BUMN Sebut Delisting Garuda Bisa Terjadi, Asalkan?
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
17 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
40 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
Seperti Harimau, Elang...
Seperti Harimau, Elang Jawa Terancam Tinggal Cerita
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved