Ekspansi Telkom ke tujuh negara dinilai tepat
Rabu, 04 Desember 2013 - 16:58 WIB
Ekspansi Telkom ke tujuh negara dinilai tepat
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Telekomunikasi, Sutikno Teguh mengatakan, langkah PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) ekspansi ke tujuh negara dinilai tepat. Ekspansi Telkom ditujukan untuk mempertahankan harga saham yang saat ini telah melantai di bursa saham New York.
Menurutnya, ekspansi tersebut cukup baik untuk menyasar bisnis telekomunikasi di negara lain, di tengah jenuhnya pasar telekomunikasi di Indonesia.
“Melihat kemampuan SDM yang dimiliki Telkom, saya melihat mereka mampu menjadi 100 perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia. SDM kita cukup handal dan menguasai teknologi terbarukan,” jelas Sutikno, Rabu (4/12/2013).
Namun, ekspansi Telkom, semestinya tidak hanya menyasar 10 negara. Kedepan, Telkom mesti mulai menggarap market global seperti Afrika.
Di sisi lain, di tengah gencarnya ekspansi Telkom, BUMN ini semestinya mulai menggarap bisnis manufaktur alat telekomunikasi. Peluang ini, lanjut dia, masih dimanfaatkan perusahaan telekomunikasi dunia. Di mana, 95 persen produk manufaktur telekomunikasi yang dipakai di Indonesia berasal dari negara lain.
“Semestinya Telkom punya pabrik yang mampu memproduksi transmisi, tower, dan lainnya. Telkom harus yakin, bahwa bisnis telekomunikasi tidak pernah terkena resesi,” imbuh dia.
Sebelumnya, Ekspansi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menggarap pangsa pasar dunia berhasil masuk ke tujuh negara. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan kinerja perseroan menjadi 100 perusahaan telekomunikasi terbesar dunia.
Melalui anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), Telkom manjadi salah satu industri telekomunikasi yang berhasil masuk ke Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Malaysia, Taiwan, dan Myanmar. Layanan voice, sort massage service (SMS), serta jasa lainnya, mendapat respon positif dari warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
“Bisnis telekomunikasi yang digarap Telkom didasarkan pada kebutuhan di masing-masing negara, terutama WNI di luar negeri. Upaya ini terbukti ampuh menempatkan Telkom menjadi salah satu industri telekomunikasi global,” jelas Director of Human Capital Management PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Priyantono Rudito.
Menurutnya, ekspansi tersebut cukup baik untuk menyasar bisnis telekomunikasi di negara lain, di tengah jenuhnya pasar telekomunikasi di Indonesia.
“Melihat kemampuan SDM yang dimiliki Telkom, saya melihat mereka mampu menjadi 100 perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia. SDM kita cukup handal dan menguasai teknologi terbarukan,” jelas Sutikno, Rabu (4/12/2013).
Namun, ekspansi Telkom, semestinya tidak hanya menyasar 10 negara. Kedepan, Telkom mesti mulai menggarap market global seperti Afrika.
Di sisi lain, di tengah gencarnya ekspansi Telkom, BUMN ini semestinya mulai menggarap bisnis manufaktur alat telekomunikasi. Peluang ini, lanjut dia, masih dimanfaatkan perusahaan telekomunikasi dunia. Di mana, 95 persen produk manufaktur telekomunikasi yang dipakai di Indonesia berasal dari negara lain.
“Semestinya Telkom punya pabrik yang mampu memproduksi transmisi, tower, dan lainnya. Telkom harus yakin, bahwa bisnis telekomunikasi tidak pernah terkena resesi,” imbuh dia.
Sebelumnya, Ekspansi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menggarap pangsa pasar dunia berhasil masuk ke tujuh negara. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan kinerja perseroan menjadi 100 perusahaan telekomunikasi terbesar dunia.
Melalui anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), Telkom manjadi salah satu industri telekomunikasi yang berhasil masuk ke Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Malaysia, Taiwan, dan Myanmar. Layanan voice, sort massage service (SMS), serta jasa lainnya, mendapat respon positif dari warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
“Bisnis telekomunikasi yang digarap Telkom didasarkan pada kebutuhan di masing-masing negara, terutama WNI di luar negeri. Upaya ini terbukti ampuh menempatkan Telkom menjadi salah satu industri telekomunikasi global,” jelas Director of Human Capital Management PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Priyantono Rudito.
(gpr)
Lihat Juga :