Kemenkeu pertimbangkan tiga opsi akuisisi Pertamina-PGN
Senin, 20 Januari 2014 - 18:45 WIB
Kemenkeu pertimbangkan tiga opsi akuisisi Pertamina-PGN
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai bendahara negara yang merupakan pemegang saham di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku masih mengkaji beberapa opsi terbaik terkait wacana akuisisi antara PT Pertamina (Persero) dengan PT PGN (Tbk).
Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebut ada tiga opsi terkait wacana akuisisi dua BUMN besar tersebut.
"Pertama PGN bisa mengakuisisi Pertagas selaku anak perusahaan Pertamina, kedua Pertamina dapat mengakuisisi PGN secara langsung, dan ketiga dengan kondisi seperti ini namun alokasi gas harus cukup," terang Bambang di Gedung Bank Niaga, Jakarta, Senin (20/1/2014).
Bambang juga mengaku, hal ini masih menjadi pembahasan dan pihak Kemenkeu akan melihat pilihan yang paling baik bagi kedua perusahaan plat merah tersebut. "Kita lihat nanti apa opsi terbaiknya," lanjut Bambang.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartarto menilai, pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan tentang akuisisi PT PGN oleh PT Pertamina atau anak usahanya PT Pertagas, telah membuat harga saham emiten berkode PGAS itu terjun bebas.
Saham PGAS makin menukik sejak isu akuisisi itu mencuat pada Oktober tahun lalu sebesar Rp5.450 dan pada akhir pekan lalu turun menjadi Rp4.350. Nilai kapitalisasi saham PGN terpangkas hingga Rp25 triliun.
Sebagai pemegang saham mayoritas (57 persen), pemerintah menderita kerugian hampir Rp15 triliun. Alhasil, Airlangga menduga ada pihak-pihak yang memanfaatkan penurunan tajam saham tersebut.
"Ini operasi pasar agar ada pihak yang memperoleh keuntungan," ujar Airlangga saat dihubungi di Jakarta, Senin (20/1/2014).
Dia menegaskan, pernyataan Dahlan yang berulang kali menegaskan soal akuisisi, sementara hingga saat ini tak kunjung terjadi bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.
Pihak tertentu itu, kata dia, hanya diketahui oleh Dahlan. "Statement itu pasti bisa dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan. Kan, tanpa statement Dahlan itu harga saham PGN mahal, dengan statement itu harga saham jadi murah," tegas pria yang juga menjabat Ketua Komisi VI DPR RI ini.
Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebut ada tiga opsi terkait wacana akuisisi dua BUMN besar tersebut.
"Pertama PGN bisa mengakuisisi Pertagas selaku anak perusahaan Pertamina, kedua Pertamina dapat mengakuisisi PGN secara langsung, dan ketiga dengan kondisi seperti ini namun alokasi gas harus cukup," terang Bambang di Gedung Bank Niaga, Jakarta, Senin (20/1/2014).
Bambang juga mengaku, hal ini masih menjadi pembahasan dan pihak Kemenkeu akan melihat pilihan yang paling baik bagi kedua perusahaan plat merah tersebut. "Kita lihat nanti apa opsi terbaiknya," lanjut Bambang.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartarto menilai, pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan tentang akuisisi PT PGN oleh PT Pertamina atau anak usahanya PT Pertagas, telah membuat harga saham emiten berkode PGAS itu terjun bebas.
Saham PGAS makin menukik sejak isu akuisisi itu mencuat pada Oktober tahun lalu sebesar Rp5.450 dan pada akhir pekan lalu turun menjadi Rp4.350. Nilai kapitalisasi saham PGN terpangkas hingga Rp25 triliun.
Sebagai pemegang saham mayoritas (57 persen), pemerintah menderita kerugian hampir Rp15 triliun. Alhasil, Airlangga menduga ada pihak-pihak yang memanfaatkan penurunan tajam saham tersebut.
"Ini operasi pasar agar ada pihak yang memperoleh keuntungan," ujar Airlangga saat dihubungi di Jakarta, Senin (20/1/2014).
Dia menegaskan, pernyataan Dahlan yang berulang kali menegaskan soal akuisisi, sementara hingga saat ini tak kunjung terjadi bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.
Pihak tertentu itu, kata dia, hanya diketahui oleh Dahlan. "Statement itu pasti bisa dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan. Kan, tanpa statement Dahlan itu harga saham PGN mahal, dengan statement itu harga saham jadi murah," tegas pria yang juga menjabat Ketua Komisi VI DPR RI ini.
(gpr)
Lihat Juga :